Dua Orang Dosen dan Satpam UFDK Diduga jadi Korban Penganiayaan oleh Satpol PP
Kitakininews.co.id - Pengamanan aset pemerintah Kota Bukittinggi di lingkungan kampus Universitas Fort De Kock (UFDK) Bukittinggi berlangsung ricuh, dua orang dosen dan securty diduga mengalami tindak penganiayaan oleh oknum petugas Satpol PP.
Baca Juga:
Keributan ini terjadi Rabu pagi (22/7/2026), saat petugas Satpol PP dan tim SK4 Bukittinggi melakukan pengamanan aset di area kampus Universitas Fort De Kock, di Kelurahan Manggisganting, Bukittinggi, Sumatera Barat. Aksi dorong dorongan disertai pemukulan mengakibatkan jatuhnya korban.
Akibat kejadian tersebut dua orang dosen dan satu satpam yang mencoba menghalangi kedatangan aparat tersebut dipukul hingga mengalami luka, selain itu dua handphone mahasiswa juga diambil petugas saat merekam kejadian.
Pasca peristiwa tersebut ratusan mahasiswa yang sedang belajar mendatangi polresta Bukittinggi melaporkan kejadian tersebut.
Khairul Abbas juri bicara Universitas Fort De Kock mengatakan tindakan oknum satpol pp tersebut tidak dapat dibenarkan oleh sebab itu, pihak kampus telah melakukan langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut pada pihak kepolisian, untuk mendukung laporan korban telah mejalani serangkaian visum dirumah sakit.
Kericuhan ini terjadi setelah kedua belah pihak pemerintah kota dan kampus swasta saling klaim kepemilikan area tanah yang disengketakan.
Kasat Reskrim polresta Bukittinggi AKP Wiko Satria Afdal membenarkan adanya laporan tersebut yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan.
Pemerintah kota Bukitinggi melalui Dinas Kominfo menyebutkan pengamanan aset tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengambil alih aset yang dikuasai sepihak oleh perguruan tinggi tersebut.
Polsek Pandan Amankan Dua Pria Lakukan Percobaan Pencurian Kabel Telkom
Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak
Pemprovsu Hentikan Tambang Ilegal di Deli Serdang dan Sergai
Pemprovsu Perkuat Perang Melawan Narkoba
Awasi ASN hingga Pegawai BUMD, Pemprovsu Bentuk Satgas Judol