Sambut Nataru, Jalur Pendakian di Lima Gunung di Indonesia Ditutup
Melansir berbagai sumber, Selasa (23/12/2025), pemerintah menutup sementara pendakian gunung di beberapa gunung pada libur panjang Nataru.
Baca Juga:
Penutupan sementara ini dilakukan demi keamanan dan keselamatan publik, termasuk kondisi gunungnya juga.
Pasalnya, ini karena faktor cuaca belakangan sedang tidak baik-baik saja, sehingga ditakutkan potensi hujan lebat bisa menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan rawan terjadi longsor.
Berikut beberapa gunung yang ditutup saat libur panjang Nataru adalah:
1. Gunung Rinjani
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara seluruh destinasi wisata pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada awal 2026 mendatang.
Penutupan itu dilakukan dalam rangka mitigasi risiko bencana hidrometeorologi dan pemulihan ekosistem. Penutupan tersebut akan dilakukan selama 3 bulan.
Jalur pendakian menuju Gunung Rinjani yang ditutup yakni jalur pendakian Senaru, jalur Torean, jalur Sembalun, jalur Timbanuh, jalur Tetebatu, dan jalur pendidikan Aik Berik.
2. Gunung Semeru
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) melakukan penutupan sementara untuk jalur pendakian Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur sejak 19 November 2025 lalu.
Penutupan ini dilakukan karena aktivitas erupsi Gunung Semeru yang masih terjadi. Penutupan ini akan dilakukan sampai Maret 2026 mendatang.
3. Gunung Merapi
Pendakian Gunung Merapi sudah ditutup sejak Mei 2018 lalu, hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.
Penutupan ini dilakukan karena status Gunung Merapi pada 2018 dinyatakan dari aktif normal menjadi waspada (level II).
Pada 2020, status Gunung Merapi naik dari waspada menjadi siaga (level III). Maka dari itu, sejak 2018 tidak ada aktivitas pendakian secara resmi di Gunung Merapi.
4. Gunung Gede Pangrango
Jalur pendakian kawasan Gunung Gede Pangrango sudah ditutup sejak 13 Oktober 2025 lalu.
Kebijakan tersebut diambil lantaran banyaknya sampah yang dibuang sembarangan oleh oknum pendaki.
Tentu saja hal tersebut dikhawatirkan dapat merusak ekosistem hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Selama penutupan akan dilakukan kegiatan bersih-bersih di Gunung Gede Pangrango, yang melibatkan berbagai pihak, yakni petugas TNGGP, TNI, polri, volunter, hingga mahasiswa.
5. Gunung Salak
Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memutuskan untuk menutup sementara seluruh jalur pendakian mulai 22 Desember 2025.
Penutupan ini dilakukan dikarenakan potensi cuaca yang buruk.
Berdasarkan Surat Edaran dengan nomor SE.1/T.14/TU/KSA.5.1/B/03/2025, yang telah diteken oleh Kepala Balai TNGHS Budhi Chandra, pendakian Gunung Salah akan ditutup mulai 22 Desember 20205 pukul 06.00 WIB sampai tanggal 31 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
Total ada empat jalur resmi pendakian menuju Gunung Salak yang ditutup, diantaranya, Jalur Cidahu, Pasir Reungit, Cimalati dan Ajisaka.
Bobby Minta Kepala Daerah se-Kepulauan Nias Percepat Usulan BKP 2027
Bobby Bantu Akomodasi Pasien Leukemia dan Kanker Tiroid Saat Tinjau RSUD Thomsen, Gunung Sitoli
Komitmen Berkelanjutan Bangun Kepulauan Nias, Bobby Kembali Berkantor di Nias
Maling Satroni Rumah Warga, Tiga HP dan Dua Tabung Gas Digondol
Kepala BGN Pecat Ratusan Pegawai dan Tutip 833 SPPG "Nakal"