Mau Tahu? Ini Beda Tahu Putih dengan Tahu Kuning: Bukan Sekadar Warna
Melansir berbagai sumber, Kamis (2/7/2026), tahu putih dan tahu kuning memiliki karakter yang berbeda, mulai dari proses pembuatan hingga hasil olahannya.
Baca Juga:
Meski sama-sama berbahan dasar kedelai, tahu kuning dan tahu putih memiliki karakter berbeda dalam pengolahan.
Tahu kuning cocok untuk hidangan yang membutuhkan tekstur kokoh dan hasil gorengan renyah, sedangkan tahu putih lebih sering dipilih untuk masakan berkuah, kukus, atau olahan lembut yang menyerap bumbu.
Berikut perbedaan tahu putih dan tahu kuning yang perlu diketahui:
1. Tekstur dan kandungan air
Tahu kuning memiliki tekstur yang lebih padat dan kenyal dengan kandungan air lebih rendah.
Hal ini karena adonan tahu kuning dipres menggunakan alat berat selama sekitar 15 menit.
Pori-porinya relatif kecil sehingga tidak mudah hancur saat dipotong atau digoreng.
Sementara itu, tahu putih mengandung air lebih tinggi. Teksturnya lebih lembut dan mudah rapuh, terutama jika ditekan atau diaduk berlebihan.
Karakter ini membuat tahu putih lebih cocok untuk masakan berkuah atau dikukus.
2. Daya tahan penyimpanan
Dari sisi ketahanan, tahu kuning cenderung lebih awet.
Kandungan air yang lebih rendah serta perendaman air garam membuatnya tidak cepat basi dan relatif tahan disimpan lebih lama.
Sebaliknya, tahu putih memerlukan penanganan ekstra. Jika disimpan, air rendamannya perlu rutin diganti, terutama saat diletakkan di lemari es.
Tanpa perawatan tersebut, tahu putih lebih cepat berlendir dan berbau.
3. Ukuran dan bentuk
Tahu kuning umumnya dijual dalam ukuran lebih besar dengan bentuk yang kokoh.
Biasanya, tahu kuning hanya dipotong menjadi empat bagian atau berukuran sekitar 10 x 10 sentimeter.
Adapun tahu putih tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk, tergantung produsen serta kebutuhan pasar.
4. Hasil saat digoreng
Perbedaan kadar air turut memengaruhi hasil pengolahan. Tahu kuning cenderung lebih cepat membentuk lapisan luar yang renyah saat digoreng.
Sementara itu, tahu putih membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi garing dan kerap memerlukan teknik atau bumbu tambahan agar hasilnya maksimal.
5. Proses pewarnaan
Tahu kuning mendapatkan warna khasnya dari proses perendaman dalam air garam dan kunyit.
Tahap ini dilakukan setelah tahu dimasak dan dicetak. Selain memberi warna kuning alami, proses tersebut juga memengaruhi rasa serta struktur tahu.
Sebaliknya, tahu putih tidak melalui proses perendaman tambahan. Setelah sari kedelai digumpalkan, dicetak, dan dipadatkan, tahu putih langsung siap dipasarkan.
Nah, karena tanpa bahan tambahan, warnanya tetap putih pucat dengan rasa yang lebih netral.
Ini Dia Tiga Suplemen yang Baik untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Muscan PDI Perjuangan Sergai, Sutarto Minta Kader Bekerja dan Hadir Untuk Rakyat
Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai
Presma UIN Syahada Desak Pemerintah Investigasi Terbuka Soal Kematian Siswi SPPI KDMP
Kuasa Hukum Kerajaan Nagur Bolag Kecam Dugaan Tindakan Represif PT Bridgestone