Senin, 06 Juli 2026

Banjir Rendam Ribuan Rumah dan Masjid, Warga Terpaksa Sholat Tarawih Ditempat Seadanya

Azzaren - Minggu, 09 Maret 2025 03:40 WIB
Banjir Rendam Ribuan Rumah dan Masjid, Warga Terpaksa Sholat Tarawih Ditempat Seadanya
Azzaren
Warna melaksanakan Sholat Taraweh di tempat sedadanya akibat banjir masih menggenangi Masjid dan sebagian besar rumah warga di Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu, 8 Maret 2025.
Kitakini.news - Banjir besar melanda Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau, setelah air Sungai Kampar meluap akibat dibukanya lima pintu air pelimpahan di waduk PLTA Koto Panjang. Akibatnya, ribuan rumah di 10 kecamatan terendam banjir, termasuk masjid yang biasa digunakan warga untuk beribadah. Warga pun terpaksa melaksanakan sholat tarawih di rumah tetangga yang lebih aman.

Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 1 meter lebih telah menggenangi wilayah ini selama empat hari. Desa Pulau Payung di Kecamatan Kampar Utara menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga masjid, sehingga aktivitas ibadah seperti sholat tarawih harus dipindahkan ke rumah tetangga yang lebih tinggi.

Baca Juga:

Warga berusaha menyelamatkan perabotan rumah tangga dengan memindahkannya ke bagian rumah yang lebih tinggi. Namun, banyak yang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga untuk menghindari genangan air yang semakin parah.

Banjir juga merendam jalan penghubung antar desa, membuat warga terisolir. Untuk beraktivitas, warga harus menyewa perahu guna menyeberangi jalan yang tergenang. Kondisi ini semakin mempersulit akses bantuan dan evakuasi.

Hingga saat ini, warga masih menunggu bantuan dari pemerintah, seperti perahu karet, posko pengungsian, dan dapur umum yang sangat dibutuhkan. Warga juga membutuhkan sembako dan makanan untuk sahur dan berbuka puasa selama masa darurat ini.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan logistik. Selain itu, mereka membutuhkan dukungan untuk memulihkan kondisi pasca-banjir, terutama dalam menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal sementara.

Banjir di Kabupaten Kampar telah menyebabkan ribuan rumah dan fasilitas umum terendam, termasuk masjid yang menjadi tempat ibadah warga. Dengan kondisi yang semakin sulit, bantuan dari pemerintah dan pihak terkait sangat dinantikan untuk meringankan beban warga yang terdampak. Semoga upaya penanganan dan evakuasi dapat segera dilakukan agar warga bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Sukri
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Penyintas Tanah Datar Mendapatkan Huntap 60 Unit, Warga Bisa Kembali

Penyintas Tanah Datar Mendapatkan Huntap 60 Unit, Warga Bisa Kembali

Gubernur Lemhannas Buka Camp Religi 2026, Dihadiri 2.000 peserta dan Delegasi 12 Negara

Gubernur Lemhannas Buka Camp Religi 2026, Dihadiri 2.000 peserta dan Delegasi 12 Negara

Ajukan Perlawanan, PH: Dakwaan JPU ke Mantan Kadis PMD Samosir Cacat Hukum

Ajukan Perlawanan, PH: Dakwaan JPU ke Mantan Kadis PMD Samosir Cacat Hukum

Polda Riau dan Kelompok Tani Panen Jagung di Pekanbaru

Polda Riau dan Kelompok Tani Panen Jagung di Pekanbaru

Tim Jalur Polda Riau Salurkan Bantuan ke Pulau Terpencil

Tim Jalur Polda Riau Salurkan Bantuan ke Pulau Terpencil

Hari Lingkungan Hidup, Polsek Siak Tanam 7 Ribu Pohon Mangrove

Hari Lingkungan Hidup, Polsek Siak Tanam 7 Ribu Pohon Mangrove

Komentar
Berita Terbaru