Sempat Terputus, Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru Warga Aceh Tengah
Kitakininews.co.id - Langkah pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah menyasar infrastruktur penting akses mobilitas masyarakat. Saat ini pemerintah mempercepat pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Linge.
Baca Juga:
Jembatan ini menjadi solusi permanen guna memulihkan akses penghubung antara Desa Rejepayung dan Desa Jamat yang terputus akibat terjangan banjir bandang saat bencana hidrometeorologi menghantam Sumatera November 2025 lalu.
Sejak saat itu, aktivitas warga dua Desa tersebut terhambat. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, petani terkendala mengakses lahan pertanian, sementara mobilitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi terbatas.
Pada masa tanggap darurat, prajurit Kodim 0106/Aceh Tengah bersama personel Yonif TP, relawan, dan masyarakat bergotong royong membangun jembatan sementara agar aktivitas warga tetap dapat berlangsung.
Namun, tingginya debit sungai saat musim hujan menyebabkan jembatan darurat
tersebut beberapa kali hanyut, sehingga dibutuhkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Menjawab kebutuhan tersebut, pembangunan Jembatan Perintis Garuda mulai dilaksanakan sejak April 2026. Kehadiran jembatan ayun permanen ini menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi
pascabencana sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah yang menjadi
penopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Pembangunan jembatan melibatkan personel Kodim 0106/Aceh Tengah, jajaran Koramil, 25 prajurit Yonif TP, tenaga teknis Zidam, serta dukungan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas unsur tersebut mencerminkan
semangat gotong royong dalam menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak.
Danramil 05 Kodim 0106/Aceh Tengah Letnan Satu Infanteri Mukhlis mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda terus berjalan sesuai target.
"Kami saat ini sedang melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Progresnya sudah mencapai 53 persen dan kami berupaya menyelesaikannya dalam sekitar 10 hari ke depan atau tepatnya pada 15 Juli," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Mukhlis, jembatan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung berbagai aktivitas penting, mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga pergerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Linge. Kehadiran
infrastruktur yang lebih kokoh juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko terganggunya aktivitas warga ketika terjadi cuaca ekstrem.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menunjukkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya mengembalikan kualitas hidup masyarakat.
Penyintas Tanah Datar Mendapatkan Huntap 60 Unit, Warga Bisa Kembali
Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Minta K/L dan Pemda Tancap Gas Pemulihan Permanen
Kasatgas PRR Minta Daerah Percepat Pendataan Hunian Tetap
Percepat Normalisasi Sungai, Satgas PRR Buka Peluang Kerja Sama dengan Pihak Ketiga
Tahun Ajaran Baru Tak Lagi Ditenda, Ini Target Satgas PRR Pascabencana Sumatera