Minggu, 05 Juli 2026

Fatoni: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Batu Loncatan Sukseskan Indonesia Emas 2045

Heru - Selasa, 15 Oktober 2024 22:37 WIB
Fatoni: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Batu Loncatan Sukseskan Indonesia Emas 2045
(Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)
Pj Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni membuka Focus Group Discussion (FGD) penyusunan strategi pengumpulan data sensus ekonomi 2026 di Medan, Selasa (15/10/2024).

Kitakini.news - Penjabat Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni mendukung terlaksananya sensus ekonomi 2026. Sensus ekonomi akan menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai batu loncatan menuju Indonesia emas 2045.

Baca Juga:

"Sensus ekonomi ini akan memotret seluruh kegiatan perekonomian kita, untuk menuju Indonesia Emas, diperlukan data yang akurat untuk membuat kebijakan yang tepat sasaran," kata Fatoni dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Pengumpulan Data Sensus Ekonomi 2026 di Medan, Selasa (15/10/2024).

Selain itu, sensus ekonomi juga dapat bermanfaat bagi dunia usaha. Melalui sensus ekonomi dapat menghasilkan data mengenai potensi maupun peluang investasi bagi dunia usaha.

"Maka sensus ekonomi 2026 punya nilai strategis termasuk kita mendukung dalam rangka transformasi ekonomi. Sensus ekonomi akan bermanfaat bagi sektor swasta. Terutama sektor usaha dan masyarakat luas. Sensus ini memberikan data mengenai daya saing bisnis ke depan, jadi kita tahu kondisi, kekurangan dan tantangan," beber Fatoni.

Diketahui, sensus ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang telah dimulai dari tahun 1986, 1996, 2006 dan 2016.

Sensus ekonomi merupakan komitmen pemerintah dalam menyediakan informasi perkembangan kependudukan, pembangunan dan perekonomian Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Asim Saputra mengatakan pada sensus 2026 nanti pihaknya akan menggunakan pendekatan teknologi informasi. Kedepannya metode yang menggunakan kertas kuisioner akan dikurangi.

"Ini merupakan bagian dari terobosan yang akan dilakukan BPS, kerahasiaan data kami jamin, kami akan berkolaborasi dan bekerja sama," ujar Asim.

Asim mengatakan tahun depan pihaknya juga akan memperkuat program Satu Data Indonesia (SADA INA). Dia berharap dengan penguatan program satu data ini seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat bisa mengakses data dengan berbagai kepentingan. Dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mewujudkan hal tersebut.

HAdir pada kesempatan tersebut, diantaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Muhammad Armand Effendy Pohan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Mulyadi Simatupang. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sofyan Tan : Negara Kaya Masih Impor Pangan, Karena Pendidikan Belum Prioritas

Sofyan Tan : Negara Kaya Masih Impor Pangan, Karena Pendidikan Belum Prioritas

Road Show ke Tiga Sekolah di Asahan dan Tg Balai, Sofyan Tan Soroti Rendahnya Riset dan Pendidikan Indonesia

Road Show ke Tiga Sekolah di Asahan dan Tg Balai, Sofyan Tan Soroti Rendahnya Riset dan Pendidikan Indonesia

Kadis Pendidikan se-Sumut Absen Saat Komisi X Bahas Sekolah Terdampak Banjir

Kadis Pendidikan se-Sumut Absen Saat Komisi X Bahas Sekolah Terdampak Banjir

Hari ini, Satgas R3P dari BPS Berangkat ke Sibolga dan Tapanuli Utara

Hari ini, Satgas R3P dari BPS Berangkat ke Sibolga dan Tapanuli Utara

BPS Dukung R3P, 510 Mahasiswa STIS Terjun ke Lapangan untuk Pendataan Pasca-Bencana di Sumatera

BPS Dukung R3P, 510 Mahasiswa STIS Terjun ke Lapangan untuk Pendataan Pasca-Bencana di Sumatera

Jejak Rp720 Miliar yang Hilang: Pergeseran BTT Sumut Berdampak Pada Bantuan Bencana

Jejak Rp720 Miliar yang Hilang: Pergeseran BTT Sumut Berdampak Pada Bantuan Bencana

Komentar
Berita Terbaru