Sabtu, 04 Juli 2026

Inflasi Mengintai Sumut di Bulan Juli, Apa Kata Ekonom Gunawan Benjamin?

Siti Amelia - Senin, 28 Juli 2025 17:21 WIB
Inflasi Mengintai Sumut di Bulan Juli, Apa Kata Ekonom Gunawan Benjamin?
pixabay
Ilustrasi
Kitakini.news - Bulan Juli ini, masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dihadapkan pada proyeksi inflasi yang cukup mengkhawatirkan. Sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan signifikan, yang tentunya akan berdampak pada daya beli masyarakat.

Menurut ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, kenaikan harga ini perlu dicermati dengan seksama. Di antara komoditas yang mengalami kenaikan, bawang merah mencatatkan lonjakan lebih dari 17%, diikuti oleh bawang putih yang naik sekitar 3.4%, dan cabai merah yang melonjak sekitar 12%. Daging ayam juga tidak ketinggalan, dengan kenaikan sekitar 6.5%.

Baca Juga:

"Sementara itu, beras dan minyak goreng mengalami kenaikan tipis di bawah 1%," ungkap Gunawan, Senin (28/7/2025).

Menariknya, sambung dia, harga beras di pasar tradisional Kota Medan menunjukkan variasi yang cukup mencolok.

"Dalam satu pasar, kita bisa menemukan harga beras yang naik di satu pedagang, tetapi stabil di pedagang lainnya. Ini menunjukkan bahwa harga beras tidak serentak mengalami perubahan. Dari pantauan saya, ada kenaikan harga beras sekitar 3% di beberapa kilang," tambahnya.

Gunawan menjelaskan bahwa fluktuasi harga beras dapat memengaruhi perhitungan inflasi secara signifikan.

"Beras adalah komoditas yang sangat berpengaruh. Meskipun data diambil dari pasar yang sama, hasil perhitungan inflasi bisa sangat berbeda. Berbeda dengan komoditas lain yang menunjukkan kenaikan harga secara kompak," jelasnya.

Cabai rawit juga menunjukkan harga yang beragam, meskipun cenderung menciptakan deflasi. Sementara itu, harga gula pasir pun tidak seragam.

"Di beberapa pedagang, harga gula pasir masih stabil, tetapi di pedagang lain bisa mengalami penurunan hingga 4%. Ini menunjukkan bahwa gula pasir berpotensi menciptakan deflasi pada bulan Juli," kata Gunawan.

Proyeksi inflasi Sumut untuk bulan Juli diperkirakan akan berada di atas 0.28%, dengan potensi mendekati 0.8% juga mungkin terjadi.

"Kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak bergerak seirama, seperti beras, minyak goreng, cabai rawit, dan gula pasir, dapat menciptakan deviasi proyeksi yang lebar," tegasnya.

Inflasi bulan Juli ini diprediksi akan memutus tren deflasi yang sebelumnya terjadi. "Kenaikan harga ini lebih banyak dipicu oleh membaiknya sisi pasokan, yang mendorong harga kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, insentif pemerintah yang diberikan juga berkontribusi pada kenaikan harga barang-barang sehari-hari," tutup Gunawan Benjamin.

Dengan situasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran mereka, serta tetap memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jika Iran-AS Gagal Sepakat, Emas Siap Meluncur Lebih Tinggi?

Jika Iran-AS Gagal Sepakat, Emas Siap Meluncur Lebih Tinggi?

Sumut Waspada Ancaman Inflasi Februari 2026, Cabai Merah Jadi Faktor Utama

Sumut Waspada Ancaman Inflasi Februari 2026, Cabai Merah Jadi Faktor Utama

Sumut Diproyeksi Alami Deflasi Besar di Januari 2026, Harga Cabai Merah Turun Drastis

Sumut Diproyeksi Alami Deflasi Besar di Januari 2026, Harga Cabai Merah Turun Drastis

Emas sebagai Pelindung Kekayaan di Tengah Ketidakpastian Global

Emas sebagai Pelindung Kekayaan di Tengah Ketidakpastian Global

Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik

Risiko Tekanan Rupiah Meningkat, Meski Emas dan IHSG Naik di Tengah Geopolitik

IHSG Menguat 0.47% di Penutupan Pekan, Rupiah Melemah Tapi Emas Stabil

IHSG Menguat 0.47% di Penutupan Pekan, Rupiah Melemah Tapi Emas Stabil

Komentar
Berita Terbaru