Ekspor Sawit Sumut Tetap Solid di Tengah Sikap 'Wait and See' Kebijakan DSI
Kitakininews.co.id - Kinerja ekspor komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dari Sumatra Utara (Sumut) diproyeksikan tetap menunjukkan performa solid pada periode Juli 2026. Tren positif ini bertahan di tengah sikap mengamati situasi (wait and see) para pelaku usaha terkait rencana peralihan penuh sistem ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Baca Juga:
Ekonom Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai bahwa isu transisi ke sistem ekspor satu pintu tersebut sejauh ini belum memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap realisasi pengiriman logistik sawit ke luar negeri dari pelabuhan di Sumut.
"Meskipun sempat beredar kabar bahwa sejumlah perusahaan penyulingan (refinery) mengambil posisi wait and see menjelang peralihan penuh ke PT DSI, observasi lapangan menunjukkan aktivitas ekspor kita masih berada dalam tren peningkatan," ujar Gunawan di Medan, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan analisis data dan pantauan riil di sektor hulu hingga hilir, Gunawan memproyeksikan beberapa produk turunan sawit andalan Sumut akan mencatatkan pertumbuhan ekspor bulanan (month-to-month) yang stabil. Beberapa produk turunan tersebut antara lain: PFAD (Palm Fatty Acid Distillate); Olein (minyak goreng curah/kemasan); dan Stearin (bahan baku margarin dan sabun)
"Kinerja ekspor untuk jenis produk PFAD, Olein, dan Stearin dari Sumut diproyeksikan mengalami peningkatan volume dalam rentang 2% hingga 6% pada bulan ini," papar Gunawan.
Ia menambahkan bahwa dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan perang yang sempat berkecamuk di kawasan Selat Hormuz, diperkirakan tidak akan banyak mengganggu peta permintaan (demand) minyak kelapa sawit global dalam jangka pendek.
Pasokan TBS Melimpah, Pabrik Sawit Dongkrak Produksi
Keandalan kinerja ekspor Sumut pada bulan Juli ini juga ditopang kuat oleh melimpahnya pasokan bahan baku dari sektor hulu. Tren produksi Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani dan perkebunan Sumut terus melanjutkan kurva peningkatan.
Kondisi ini diproyeksikan mendorong peningkatan utilisasi bahan baku pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Sumut dengan estimasi kenaikan berkisar 3% hingga 14% secara bulanan (month-to-month). Namun demikian, Gunawan memberikan catatan bahwa pertumbuhan ini belum merata di semua lini jika dibandingkan dengan periode Juli tahun lalu.
"Memang ada peningkatan secara bulanan. Namun, jika kita komparasikan dengan periode yang sama pada Juli 2025, belum semua PKS mencatatkan kenaikan penggunaan TBS yang setara," jelasnya.
Dari sisi teknis produksi, Gunawan menyebut rasio rendemen CPO terhadap TBS di Sumut saat ini masih bergerak stabil di angka 18% hingga 21%. Kendati demikian, para pelaku industri diimbau tetap mengantisipasi faktor cuaca ekstrem.
"Dengan tingginya intensitas curah hujan di wilayah Sumut belakangan ini, secara teori ada peluang terjadinya penurunan rasio rendemen CPO ke TBS. Aspek kualitas ini yang perlu terus dipantau oleh para produsen agar daya saing produk ekspor kita tetap terjaga di pasar internasional," pungkas Gunawan.
Waspada! Antrean Panjang BBM di SPBU Bisa Bikin Harga Bahan Pangan Naik
Industri Sawit Nasional Siap Tingkatkan Daya Saing Global
Jika Iran-AS Gagal Sepakat, Emas Siap Meluncur Lebih Tinggi?
Sumut Waspada Ancaman Inflasi Februari 2026, Cabai Merah Jadi Faktor Utama
Sumut Diproyeksi Alami Deflasi Besar di Januari 2026, Harga Cabai Merah Turun Drastis