Waspada! Antrean Panjang BBM di SPBU Bisa Bikin Harga Bahan Pangan Naik
Kitakininews.co.id - Pemandangan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini berpotensi membawa dampak buruk yang lebih luas. Selain menyita waktu pengendara, tersendatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Solar bersubsidi, dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga kebutuhan pangan di pasar.
Baca Juga:
"Hubungan antara antrean BBM dan isi dompet masyarakat ini terjadi karena jalur logistik utama di Indonesia masih sangat bergantung pada armada truk berbahan bakar Solar," ungkap ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (14/7/2026).
Ketika armada pengangkut bahan pangan harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengantre Solar di SPBU, jadwal pengiriman barang ke berbagai kota besar otomatis akan terganggu. Keterlambatan ini berpotensi mengacaukan proses lelang komoditas di pasar-pasar induk.
"Saat pasokan atau supply pangan di pasar induk menipis akibat armada truk yang terlambat datang, hukum ekonomi akan berlaku, harga barang akan merangkak naik karena stok yang terbatas sementara permintaan tetap tinggi," tuturnya.
Volatilitas atau ketidakstabilan harga di tingkat pedagang ini, sambung dia, pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen akhir, yaitu masyarakat luas. Kondisi tersebut tentu merugikan kedua belah pihak, baik pedagang yang kesulitan menjual barang maupun masyarakat yang harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, diberitakan untuk memastikan pasokan ke SPBU tetap berjalan lancar dan mencegah terjadinya kelangkaan, Pertamina langsung menerjunkan bantuan logistik tambahan secara masif ke jalur-jalur distribusi utama.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan monitoring ketat secara intensif, mulai dari lini Fuel Terminal hingga ke SPBU.
Sebagai solusi cepat atas penyesuaian operasional yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Pertamina menempuh dua langkah taktis, yakni menambah 15 unit Mobil Tangki (MT) bantuan untuk memperbesar kapasitas angkut BBM. Dan mengerahkan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) tambahan guna mempercepat ritme pengiriman dari Fuel Terminal Medan ke berbagai daerah di Sumut.
"Kami terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan secara cepat, agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga optimal," ujar Fahrougi dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).
Tingginya mobilitas masyarakat selama masa liburan disinyalir menjadi pemicu utama meningkatnya kebutuhan energi di Sumatera Utara. Kendati terjadi lonjakan permintaan, Pertamina memastikan bahwa ketahanan stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi.
Pihak Pertamina Patra Niaga juga mengimbau warga Sumatera Utara untuk tidak panik dan tetap melakukan pembelian BBM secara normal sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Rudi Alfahri Rangkuti Imbau Warga Tak Panic Buying BBM
BBM Langka di Medan, Robi Barus: Pemko Medan Harus Segera Koordinasi Dengan Pertamina
Antrian Kendaraan di SPBU Seperti Ular, Rudi Alfahri: Pertamina Harus Jujur Ada Apa
Konsumsi BBM di Sumut Melonjak, Pertamina Tambah Armada dan Awak Mobil Tangki
Rudi Alfahri Desak Pertamina Tambah Kuota Pertalite di Sumut