Rabu, 14 Oktober 2026

IHSG Menguat di Awal Pekan, Rupiah Tertekan Sentimen Global

Siti Amelia - Senin, 22 September 2025 11:35 WIB
IHSG Menguat di Awal Pekan, Rupiah Tertekan Sentimen Global
pixabay
Ilustrasi
Kitakini.news - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 8.082 pada perdagangan awal pekan ini, seiring kinerja positif mayoritas bursa saham Asia. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi sorotan, di tengah minimnya sentimen besar dari agenda ekonomi global.

Menurut Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, pasar keuangan dalam sepekan ke depan diprediksi tidak akan banyak mendapat sentimen signifikan. "Beberapa agenda ekonomi besar yang dinanti pasar adalah rilis data pertumbuhan ekonomi AS serta data inflasi AS pada sesi perdagangan akhir pekan. Akibatnya, awal pekan ini pelaku pasar lebih banyak mengandalkan sentimen teknikal," ujar Gunawan, Senin (22/9/2025).

Baca Juga:

Kinerja IHSG yang menguat hari ini didorong oleh sentimen positif dari pasar Asia, setelah China mempertahankan besaran suku bunga acuan pinjamannya pada level yang sama. Hal ini berbeda dengan langkah Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) yang sebelumnya memangkas suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 basis poin. "IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 7.950 hingga 8.090 pada perdagangan hari ini. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai kemungkinan koreksi teknikal," tambah Gunawan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru mengalami pelemahan ke level Rp16.630 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini dipicu oleh peningkatan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang mencapai 4,14 persen, ditambah dengan penguatan USD Index ke level 97,7. "Pelemahan rupiah bisa menjadi kabar buruk bagi IHSG hari ini. Meski demikian, kinerja rupiah masih berpeluang berbalik arah hingga jelang penutupan perdagangan nanti," jelas Gunawan.

Terpisah, harga emas dunia juga menunjukkan penguatan dan kembali mendekati level psikologis US$3.700 per ons troy. Saat ini, emas ditransaksikan di kisaran US$3.690 per ons troy, atau setara sekitar Rp1,98 juta per gram. Penguatan ini mencerminkan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar keuangan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Perang AS-Iran Memanas, IHSG Anjlok ke Level 6.031 dan Rupiah Terdampak di Rp17.895 per Dolar AS

Perang AS-Iran Memanas, IHSG Anjlok ke Level 6.031 dan Rupiah Terdampak di Rp17.895 per Dolar AS

Panen Raya di Sumut Belum Mampu Turunkan Harga Beras

Panen Raya di Sumut Belum Mampu Turunkan Harga Beras

Polres Siak Tangkap Sindikat Pembuat SIM Palsu

Polres Siak Tangkap Sindikat Pembuat SIM Palsu

BEI Sumut Ungkap Industri Pasar Modal Masih Minim SDM Bersertifikat WPPE

BEI Sumut Ungkap Industri Pasar Modal Masih Minim SDM Bersertifikat WPPE

Investor Pasar Modal Tembus 31 Juta, ETF Emas Resmi Jadi Pilihan Investasi Baru

Investor Pasar Modal Tembus 31 Juta, ETF Emas Resmi Jadi Pilihan Investasi Baru

Geopolitik Memanas dan Erupsi Anak Krakatau Bayangi Pasar, Rupiah Tertekan ke Rp17.665

Geopolitik Memanas dan Erupsi Anak Krakatau Bayangi Pasar, Rupiah Tertekan ke Rp17.665

Komentar
Berita Terbaru