Jumat, 14 Agustus 2026

Harga Minyak Mentah Dekati $100 per Barel, Ekonom Sumut Peringatkan Ancaman Bagi Pasar Keuangan

Siti Amelia - Kamis, 23 Juli 2026 18:33 WIB
Harga Minyak Mentah Dekati $100 per Barel, Ekonom Sumut Peringatkan Ancaman Bagi Pasar Keuangan
dokumentasi
Ilustrasi

Kitakininews.co.id - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini mendekati level $100 per barel berpotensi menjadi sentimen negatif yang menekan kinerja pasar keuangan domestik. Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dinilai menjadi pemicu utama gejolak pada pasar komoditas dan uang global.

Baca Juga:

Ekonom asal Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kenaikan harga minyak dunia jenis Brent yang mencapai kisaran $98 per barel dipicu oleh serangan terbaru terhadap kapal tanker minyak di kawasan yang berdekatan dengan Arab Saudi oleh kelompok Houthi Yaman.

"Eskalasi konflik ini kian memicu kekhawatiran pelaku pasar karena ketegangan terus meluas ke wilayah lain, ditambah tekanan Amerika Serikat terhadap Iran yang memanas. Kenaikan harga minyak mentah ini jika berlanjut akan memberikan dorongan bagi Dolar AS untuk lanjut menguat terhadap Rupiah," ujar Gunawan Benjamin, Kamis (23/7/2026).

Dampak ketidakpastian global tersebut mulai tecermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 0,3% ke level 6.315,311.

Koreksi IHSG ini bertolak belakang dengan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang justru parkir di zona hijau.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar mata uang dalam negeri sempat menunjukkan ketahanan. Dimana nilai tukar Rupiah ditutup membaik di level Rp17.890 per Dolar AS.

"Sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.930 per Dolar AS, sebelum akhirnya memangkas kerugian dan berbalik menguat pada sesi kedua perdagangan," tuturnya.

Meskipun Rupiah mampu keluar dari tekanan jangka pendek, Gunawan mengingatkan bahwa tren kenaikan harga energi tetap menjadi ancaman serius bagi stabilitas nilai tukar maupun pasar keuangan domestik secara keseluruhan.

Sementara itu, di pasar komoditas mulia, harga emas dunia mencatatkan penurunan hingga ditransaksikan di level $4.091 per ons troy (atau setara dengan kisaran Rp2,36 juta per gram).

Menurut Gunawan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan berada dalam tekanan jangka pendek apabila reli kenaikan harga minyak mentah belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tring Pegadaian Tembus 427,8 Ribu Nasabah di Aceh-Sumut

Tring Pegadaian Tembus 427,8 Ribu Nasabah di Aceh-Sumut

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, OJK Fokus Kuatkan Integritas dan Resmi Luncurkan ETF Emas

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, OJK Fokus Kuatkan Integritas dan Resmi Luncurkan ETF Emas

Oknum Sopir Angkot di Tapteng Gasak 53 Gram Emas dan Ponsel

Oknum Sopir Angkot di Tapteng Gasak 53 Gram Emas dan Ponsel

IHSG dan Rupiah Hijau, Ekonom Sumut Ingatkan Ancaman Geopolitik Timur Tengah

IHSG dan Rupiah Hijau, Ekonom Sumut Ingatkan Ancaman Geopolitik Timur Tengah

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Dihukum Enam Tahun Penjara

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Dihukum Enam Tahun Penjara

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti Sebagai Pengganti Sementara

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti Sebagai Pengganti Sementara

Komentar
Berita Terbaru