Arief Kurnia Risdianto Pimpin Penyerahan Bantuan PGN di Lhokseumawe, Wujud Solidaritas Subholding Gas
Kitakini.news - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai Subholding Gas Pertamina, terus memberikan bantuan kemanusiaan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) kepada masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Baca Juga:
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, turun langsung ke lokasi terdampak di Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/12/2025). Dia meninjau kondisi dan memimpin penyerahan bantuan logistik yang mencakup kebutuhan pokok bagi para korban.
Didampingi oleh jajaran direksi PGN lainnya, Arief menyerahkan bantuan secara simbolis berupa paket sembako kepada warga setempat.
"Kami sangat prihatin atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Bagian Utara. PGN berupaya optimal agar penyaluran bantuan dilaksanakan secara tepat sasaran, dan langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami juga ingin memberikan dukungan moril untuk masyarakat dalam menghadapi masa sulit ini," ujar Arief dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).
Sejak bencana banjir melanda beberapa titik di Sumatera Utara dan Aceh, PGN telah bergerak cepat melalui program CSR untuk menyalurkan bantuan darurat, termasuk kebutuhan pokok, perlengkapan ibu dan anak, serta obat-obatan. Hingga saat ini, total bantuan yang disalurkan oleh Subholding Gas Grup mencapai sekitar Rp 2,5 miliar.
Bantuan logistik yang disediakan PGN mencakup bahan pangan pokok, makanan siap saji, air minum, perlengkapan bayi, vitamin, dan obat-obatan ringan. Selain itu, perusahaan juga menyediakan peralatan pendukung operasional posko dan dapur umum, seperti kompor industri dan rumah tangga, tabung LPG, dandang, wajan berukuran besar, serta perlengkapan masak lainnya, untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi terpenuhi secara berkelanjutan.
PGN juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dengan menyediakan suplai air bersih sebanyak 10.000 liter per hari ke beberapa posko, dapur umum, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang. Posko-posko tersebut antara lain Posko Kebakaran, Posko Longsor, Posko Sidodadi, dan Posko Sungai Liput. Di Pangkalan Brandan, PGN bahkan menyediakan fasilitas Mini Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 2.000 liter per jam untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, PGN berhasil menembus salah satu desa yang terputus akses di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh, menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti 1.250 kg beras, 250 kg gula, 250 paket makanan siap makan, 75 kemasan minyak goreng 5 liter, 50 dus mie, 20 papan telur, 250 kaleng sarden ukuran besar, 150 dus mie instan, bumbu masak, serta perlengkapan penting lainnya seperti obat-obatan, vitamin, salep, dan popok bayi.
Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara PGN dengan Pertamina serta seluruh anak perusahaan Subholding Gas Pertamina dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana. PGN juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat setempat yang turut membantu mengangkut bantuan dan memastikan distribusinya berjalan lancar.
Dalam proses penyaluran, PGN bersama Pertamina Peduli terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah setempat, serta perangkat desa untuk memetakan titik-titik lokasi yang paling membutuhkan bantuan. Relawan internal perusahaan juga bekerja sama dengan relawan di lokasi guna membantu proses distribusi, memastikan bantuan sampai tepat sasaran tanpa hambatan.
Sempat Terputus, Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru Warga Aceh Tengah
Sasar Sektor Kuliner Medan, PGN Jamin Pasokan Gas Bumi ke Restoran Savo Dine & Chill
HM Nezar Djoeli: Mubes XII Aceh Sepakat Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Kolaborasi Masyarakat di Sumut
PGN Tebar Dividen Jumbo, Ratio 80% Jadi Magnetic bagi Investor
81 Tahun Indonesia Merdeka, Tapi Masyarakat Dipaksa Kembali ke “Zaman Batu”