Dari Tas Sekolah ke Mudik Gratis, INALUM Rangkai Energi Hijau dengan Inovasi Sosial di Sumut
Kitakini.news - Di tengah hiruk-pikuk pabrik aluminium yang menggelegar di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, seorang siswa SMA Negeri 1 Simanindo, Samosir, tersenyum lebar sambil memegang tas sekolah baru dari PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).
Baca Juga:
"Dulu, sekolah jauh, sekarang ada mobil sekolah. Terima kasih INALUM, mimpi kuliah jadi lebih dekat," ceritanya penuh harap, beberapa waktu lalu. Kisah ini bukan sekadar bantuan, tapi cerminan kepedulian nyata INALUM terhadap kesejahteraan masyarakat, dari desa terpencil hingga kawasan industri.
Melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas dan Hijau 2025, INALUM membuktikan bahwa sukses bisnis bisa selaras dengan energi bersih dan inovasi sosial.
Dalam lanskap industri modern Indonesia, keberhasilan tak lagi hanya diukur profit, tapi tanggung jawab ESG (Environmental, Social, Governance). PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jadi instrumen kunci, mendorong perusahaan melampaui kepatuhan regulasi menuju beyond compliance, selaras SDGs. Tantangan besar seperti ketergantungan energi fosil dan biaya transisi hijau diatasi INALUM dengan strategi terintegrasi.
Pada 2025, Pabrik Peleburan INALUM raih PROPER Emas, sementara PLTA/IPP dapat Hijau—prestasi konsisten sejak 2022. Dari 5.476 peserta, hanya 282 tembus elite, termasuk INALUM. Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq serahkan penghargaan di Taman Mini Indonesia Indah: "PROPER adalah motor transformasi inovasi dan manfaat sosial."
Dalam keterangannya awal tahun, Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita dengan bangga menyebutkan, "Ini bukti ESG jadi DNA kami. Bukan patuh regulasi semata, tapi ciptakan nilai nyata."
foto : dokumentasi
Inovasi lingkungan INALUM mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah circular economy. Dan program "Dari Sampah Jadi Berkah" yang ubah limbah jadi berkah ekonomi via Social Return on Investment (SROI). Efisiensi ini kurangi emisi karbon, dan mendukung transisi energi bersih, dari PLTA Paritohan hingga rencana PLTS di Hutaregar.
Tak hanya itu, kepedulian sosial INALUM hidup dalam program TJSL, menyentuh ribuan nyawa. Di Samosir, Bupati Vandiko Gultom memuji kontribusi INALUM berdampak langsung ke masyarakat. Apalagi dengan hadirnya bantuan multisektor di SMA Negeri 1 Simanindo termasuk beasiswa siswa unggul ke ITB, mobil sekolah, air bersih, tempat sampah. Bahkan SMP Negeri 2 Harian dapat sound system.
Lingkungan dirawat via rumah kompos dan Tani Nusantara. Budaya Batak bangkit dengan taganing, patung Sigale-gale di Huta Sialagan, homestay di Hariara Pohan. UMKM naik kelas, 11 pelaku dapat alat usaha, pelatihan olah ikan Red Devil. Bahkan INALUM menyerahkan 1 kontainer sampah, 2 becak motor, 1.500 tempat sampah, tangki air 4.500 liter.
"Kami mitra pembangunan, wujud visi keberlanjutan," ucap Direktur Human Capital Benny Wiwoho kala itu.
Di Paritohan, 10-11 April 2026, Melati serahkan bantuan serupa. Di SD Negeri 178491 Pintu Pohan diberikan mobil sekolah, beasiswa PTN, alat UMKM, Rumah Kompos Tani Nusantara, sepatu-tas, bedah rumah, PLTS di Hutaregar-Hutagodang.
SMAN 1 Pintupohan dapat lapangan olahraga, air bersih, toilet, UKS, bank sampah Adiwiyata. Lalu Panti Karya Hepatha mendapatkan alat kesenian, jahit, air bersih, workshop lilin-menjahit-kerajinan, training peternakan-pertanian. Di Sionggang INALUM memberikan alat pertanian, bibit, penanaman pohon.
foto : dokumentasi
Inovasi sosial tak berhenti. Program Mudik Gratis BUMN 2026 fasilitasi 140 karyawan pulang nyaman ke Padang, Pekanbaru, Banda Aceh. Sebanyak 2 bus ke Padang (64 orang), 1 bus ke Pekanbaru (38), 1 bus ke Aceh (38) disiapkan. Benny Wiwoho saat pelepasan mengungkapkan ini adalah kontribusi kebahagiaan Lebaran. Bukan sekali itu saja, sejak 2015, INALUM ikut ekosistem mudik aman 96 BUMN.
INALUM juga menyalurkan energi bersih dan sosial ekspansi ke hilirisasi. Groundbreaking Fasilitas Bauksit-Alumina-Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat dengan proyek Danantara US$7 miliar, yang menyerap 65.000 kerja. Ada SGAR Fase 2 (1 juta ton/tahun) plus Fase 1 capai 2 juta ton, smelter 600.000 ton listrik Bukit Asam. Investasi Rp104,55 triliun tambah PDB Rp71,8 triliun, penerimaan Rp6,6 triliun.
"Ini investasi masa depan, kurangi pengangguran, dorong UMKM," tandas Melati.
Satu Kantong untuk Nyawa, Ratusan Karyawan dan Warga Kumpulkan 626 Kantong Darah Jelang HUT ke-81 RI
Dukung Pendidikan dan Lingkungan Sumut, INALUM Siap Kolaborasi dengan Pemprov
Ahli Sebut Perubahan Mekanisme Pembayaran dalam Kontrak Bisnis Merupakan Hal Lazim
INALUM Buka Magang 2026 untuk Mahasiswa: Cek Syarat, Cara Daftar, dan Jadwalnya!
Tim Penasihat Hukum Dante Sinaga Hadirkan Dua Ahli, Soroti Unsur Pidana dan Proses Audit