Kamis, 16 Juli 2026

Konsumsi Rumah Tangga Pendukung Utama Pemulihan Ekonomi Sumut

- Rabu, 01 Maret 2023 09:06 WIB
Konsumsi Rumah Tangga Pendukung Utama Pemulihan Ekonomi Sumut

Kitakini.news - Konsumsi rumah tangga menjadi pendukung utama pemulihan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan IV-2022. Tercatat, pertumbuhan 5,26% pada triwulan IV-2022, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Baca Juga:


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Doddy Zulverdi mengungkapkan kondisi ini mengungkap bahwa tren pemulihan ekonomi Sumut terus berlanjut.


Konsumsi rumah tangga yang menguasai pangsa terbesar dari sisi pengeluaran mencatatkan peningkatan di triwulan IV 2022. Seiring masuknya periode HBKN

Nataru yang tercermin dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang meningkat khususnya untuk makanan, minuman dan tembakau, serta peralatan rumah tangga.


"Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian yang memiliki pangsa terbesar mengalami peningkatan seiring dengan puncak masa panen kelapa sawit dan tren peningkatan NTP dan harga rata-rata gabah kering giling dan panen seiring kembali pulihnya permintaan," ujarnya dalam Bincang-Bincang Media (BBM) Februari 2023 di Gedung BI Sumut, Selasa (28/2/2023) petang.


Doddy menjelaskan ekonomi Sumut Tahun 2022 tumbuh 4,73% lebih tinggi dari tahun sebelumnya di tengah berlanjutnya berbagai tantangan global. Capaian tersebut juga berada pada rentang proyeksi Bank Indonesia sebesar 4,1-4,9%.


Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2022. Berlanjutnya berbagai insentif PEN seperti program KUR 3%, insentif bantuan tunai dan insentif PPN-DTP di tengah berjalannya aktivitas ekonomi yang mengadopsi kenormalan baru seiring dengan tercapainya herd immunity mendorong kinerja konsumsi RT.


Dari sisi lapangan usaha, ungkap dia, pertumbuhan berasal dari seluruh lapangan usaha utama. Kondisi pandemi yang membaik dan berlanjutnya berbagai insentif pemerintah mendorong aktivitas dunia usaha yang lebih baik dari tahun sebelumnya.


Survei kegiatan dunia usaha juga menunjukkan peningkatan, terutama pada beberapa lapangan usaha utama seperti Industri Pengolahan, Perdagangan dan Transportasi.


"Perkembangan harga komoditas terkini menunjukkan kenaikan harga. Hasil liaison Bank Indonesia mengkonfirmasi adanya perbaikan permintaan baik ekspor maupun domestik dibandingkan tahun lalu. Per Februari 2023, korporasi menyatakan terdapat penurunan biaya-biaya," tandasnya.


Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi

Wakil Bupati Nias Sambut Kepulangan Kontingen Pramuka, Peserta Bawa Pulang Prestasi

Wakil Bupati Nias Sambut Kepulangan Kontingen Pramuka, Peserta Bawa Pulang Prestasi

Pertalite Langka di SPBU, Daya Beli Warga Kian Tertekan Harus Beli Pertamax

Pertalite Langka di SPBU, Daya Beli Warga Kian Tertekan Harus Beli Pertamax

Toko Sparepart Mobil di Jalan Semarang Medan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Kendaraan

Toko Sparepart Mobil di Jalan Semarang Medan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Kendaraan

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Ditutup dan Pengaruhi Harga Minyak Dunia

AS-Iran Saling Serang Lagi, Selat Hormuz Ditutup dan Pengaruhi Harga Minyak Dunia

Anggaran Jamda Pramuka Sumut Dipertanyakan, Dikky Anugerah Panjaitan Diminta Transparan

Anggaran Jamda Pramuka Sumut Dipertanyakan, Dikky Anugerah Panjaitan Diminta Transparan

Komentar
Berita Terbaru