Harga Pakan Ternak Naik, Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Bisa Ikut Naik
Kitakini.news - Harga pakan ternak mengalami kenaikan cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Harga daging ayam dan telur pun diperkirakan akan ikut naik. Bahkan harga daging ayam di Kota Medan sudah naik 4 persen, Senin (6/3/2023). Dari rata rata Rp 28.500 per kg jadi Rp 29.800 per kgnya.
Baca Juga:
Kondisi ini diungkap Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut Gunawan Benjamin. Menurut dia, harga jagung sebagai bahan pakan utama mengalami kenaikan dalam rentang harga Rp 5.700 hingga Rp 5.900 per Kg sejauh ini.
"Dari posisi sebelumnya dikisaran harga Rp 5 ribuan per Kg nya, sekitar sepekan sebelumnya. Bahkan kalau ditarik dalam kurun waktu sebulan belakangan, harga pakan ternak sudah mengalami kenaikan sekitar 20 persenan dari posisi Rp 4.600-an per Kg di bulan lalu," ungkapnya.
Kalau melihat tren pergerakan harga daging ayam selama bulan Februari, sambungnya, harga memang bergerak turun dari Rp 31 ribu per Kg menjadi Rp 28 ribuan per Kg. Tapi memang lompatan harga pakan ternak terjadi pada bulan Maret ini.
"Dari pantauan di lapangan, harga pakan ternak naik Rp 5 ribu per zak nya di pengecer. Dan saya pikir pemerintah khususnya TPID harus mewaspadai kemungkinan lompatan harga daging maupun telur ayam jelang Ramadhan ini. Terlebih jika skema bantuan atau subsidi tidak ada," tuturnya.
Lantaran kenaikan harga telur dan daging ayam pada dasarnya sulit dihindari seiring kenaikan harga pakan ternak. Maka yang diperlukan adalah upaya memitigasi agar kenaikan daging maupun telur nantinya memang benar mencerminkan kondisi pasar sebenarnya.
Artinya, sambung dia, memang tercipta titik keseimbangan atau equilibrium yang mencerminkan demand dan suplainya. Jangan sampai harga naik melebih batas kewajaran dikarenakan aksi spekulan di lapangan. Kita sudah banyak diberi pelajaran dari pergerakan harga kebutuhan pangan pokok sebelumnya, seperti harga minyak goreng.
"Kalau TPID terus melakukan upaya untuk menjaga kestabilan, dan SATGAS Pangan juga terus berada di pasar. Saya yakin sekalipun harga daging dan telur ayam mengalami kenaikan, tetapi tidak lantas kenaikannya di luar batas harga keekonomiannya. Kita tidak ingin ada ekses yang berlebihan atau tidak wajar pada tata niaga daging dan telur ayam," bebernya.
Karenanya, sambung Gunawan, kita harus bersiap dengan kemungkinan dimana harga bergerak keatas saat permintaan meningkat nantinya. Yang penting praktek penimbunan, kartel, oligopoly atau praktek buruk lainnya tidak ada di pasar. SATGAS Pangan harus pastikan hal tersebut tidak terjadi.
Redaksi
Jusup Ginting: Pertamina Harus Segera Pastikan Kapan Berakhirnya Antrean BBM di Medan
Bobby Mulai Bangun SMKN 1 Gido, Relokasi Sekolah Langganan Banjir ke Lokasi Lebih Layak
Disambut Hangat Warga di Binaka, Bobby Awali Agenda Berkantor di Kepulauan Nias
Polrestabes Medan Tangkap Residivis Pemasok Narkoba
Tertarik Bisnis Glamping, Christian Sugiono Pilih Bali Jadi Lokasi