Jumat, 16 Oktober 2026

OJK: Sektor Jasa Keuangan Mampu Hadapi Gejolak Global

- Jumat, 05 Mei 2023 19:58 WIB
OJK: Sektor Jasa Keuangan Mampu Hadapi Gejolak Global

Kitakini.news - Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor keuangan mampu bertahan dalam menghadapi gejolak global. Lantaran stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan permodalan dan likuiditas yang baik.

Baca Juga:

Dalam keterangan tertulis yang dikirim Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, Aman Santosa diungkap eskalasi tensi geopolitik, berlanjutnya permasalahan perbankan AS serta tingkat inflasi global yang meskipun menurun masih bertahan di tingkat yang tinggi. Ini menjadi sumber potensi kerentanan utama bagi stabilitas sektor keuangan global. 

"Beberapa indikator sektor riil AS bergerak melemah, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya resesi serta isu batasan debt ceiling AS menambah ketidakpastian di pasar," tulisnya dari hasil paparan secara virtual, Jumat (5/5/2023). 

Katanya, kekhawatiran akan pengetatan likuiditas terus meningkat di tengah berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter oleh Bank sentral utama global. Pasar tenaga kerja di AS dan Eropa masih kuat, begitupun perekonomian Tiongkok yang melanjutkan pemulihan setelah melakukan reopening pasca pandemi. 

Langkah cepat dari otoritas terkait penanganan gejolak perbankan di AS dan Eropa diharapkan dapat meredam penularan tekanan lebih lanjut secara global.

Indikator perekonomian Indonesia terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang solid dengan tumbuh 5,03 persen yoy di triwulan I 2023, meningkat dibandingkan triwulan IV 2022 yang tumbuh 5,01 persen yoy. 

Inflasi menurun dan terkendali saat Ramadan dan Hari Raya dengan langkah antisipatif Pemerintah di antaranya melalui pengendalian harga bahan pangan. Aktivitas manufaktur melanjutkan tren ekspansi selama 20 bulan berturut-turut dengan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur nasional tercatat naik menjadi 52,7 (Maret 2023: 51,9). 

Di sektor eksternal, neraca perdagangan Indonesia di Maret 2023 kembali mencatatkan surplus meskipun menyempit akibat kontraksi nilai ekspor yang lebih dalam dibandingkan impor. 


Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kabut Asap Lintas Wilayah Kepung Medan, Kualitas Udara Dua Kali Lipat dari Ambang Batas

Kabut Asap Lintas Wilayah Kepung Medan, Kualitas Udara Dua Kali Lipat dari Ambang Batas

Dari Ladang hingga Pasar Nasional, PT DPM Dorong UMKM Dairi Tembus INACRAFT 2026

Dari Ladang hingga Pasar Nasional, PT DPM Dorong UMKM Dairi Tembus INACRAFT 2026

Pemko Gunungsitoli Siapkan 60 Calon Kepala Sekolah Lewat BCKS 2026

Pemko Gunungsitoli Siapkan 60 Calon Kepala Sekolah Lewat BCKS 2026

Kabar Duka, Martha Tilaar Meninggal Dunia

Kabar Duka, Martha Tilaar Meninggal Dunia

Kapolda Sumut Sonny Irawan Ajak NU Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kapolda Sumut Sonny Irawan Ajak NU Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Darmawan Prasodjo Dicopot, Suroso Isnandar Resmi Jadi Dirut PLN

Darmawan Prasodjo Dicopot, Suroso Isnandar Resmi Jadi Dirut PLN

Komentar
Berita Terbaru