Rabu, 26 Agustus 2026

Jambret Tas Korban, Dua Terdakwa Gasak Emas Senilai Rp400 Juta

Abimanyu - Rabu, 30 Juli 2025 21:11 WIB
Jambret Tas Korban, Dua Terdakwa Gasak Emas Senilai Rp400 Juta
(Kitakini.news/Abimanyu)
Suasana sidang perkara perampokan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Medan.

Kitakini.news -Muhammad Anshari alias Ari (27) dan Rahmad Februanto (32) "menggasak" emas senilai Rp400 Juta. Itu setelah mereka melancarkan aksi pejambretan tas milik korban Erietha Riandani Damanik, di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Baca Juga:

"Di dalam tas saya ada emas London seberat 200 Gram kurang lebih Rp400 Juta pak," ungkap saksi korban di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Rabu (30/7/2025).

Saat itu, terangnya, ia bersama rekannya sedang makan diseputaran Kampus Pancabudi, Jalan Gatot Subroto, Medan, seusai pulang ibadah Minggu.

"Setelah makan, tas yang saya jinjing tiba-tiba hilang, saya kira diambil teman saya gak taunya sudah berpindah tangan ke mereka berdua (terdakwa) sambil menenteng tas saya seperti mengejek," jelas pensiunan bank tersebut.

Usai memberikan kesaksian, Hakim Ketua Efrata Happy Tarigan menunda sidang hingga pekan depan.

Mengutip dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Sahputra, kasus bermula pada 13 April 2025 lalu, terdakwa Anshari bertindak sebagai joki, Haris (DPO) dan Rahmad Febrianto berkeliling untuk mencari calon Korban.

Pada saat melintas di Jalan Gatot Subroto tepatnya didepan Pancabudi, terdakwa Anshari melihat saksi korban Erietha Riandani Damanik berjalan menuju ke mobil.

Pada saat mendekati mobil, Haris (DPO) merampas tas jinjing milik korban yang berisikan 2 unit Handphone, 1 buah dompet corak abu abu Merk Bonia berisi uang tunai Rp1.500.000, 1 buah KTP, BPJS, kartu ATM dan surat surat penting lainnya. Kemudian, didalam 1 buah dompet terdapat kurang lebih 200 Gram.

Setelah berhasil mengambil tas tersebut ketiga pelaku melarikan diri dan langsung menuju kebelakang rumah terdakwa Rahmad Febrianto, untuk membagi-bagikan hasil jambretan tersebut.

Kemudian, pada 17 April 2025, tiga petugas dari Polsek Medan Helvetia, mengamankan terdakwa Rahmad.

Berselang 3 hari, petugas kembali mengamankan terdakwa Anshari. Akibat kejadian tersebut, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp400 Juta.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 365 ayat (2) ke-1e, 2e KUHPidana," pungkas JPU. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ahli Pidana Sebut Overmacht, Mantan Kadisdik Langkat Patut Dibebaskan

Ahli Pidana Sebut Overmacht, Mantan Kadisdik Langkat Patut Dibebaskan

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sarudik, Buru Jaringan Pemasok

Polres Tapteng Ringkus Pengedar Sabu di Sarudik, Buru Jaringan Pemasok

HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Ajak Kader Gerindra Sumut Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

HUT ke-81 RI, Sugiat Santoso Ajak Kader Gerindra Sumut Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal

IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal

Driver Taksi Online Tewas di Kebun Tebu, Tubuh Penuh Luka dan Mobil Raib

Driver Taksi Online Tewas di Kebun Tebu, Tubuh Penuh Luka dan Mobil Raib

Tring Pegadaian Tembus 427,8 Ribu Nasabah di Aceh-Sumut

Tring Pegadaian Tembus 427,8 Ribu Nasabah di Aceh-Sumut

Komentar
Berita Terbaru