Jumat, 03 Juli 2026

Terima Suap Proyek Jalan Rp165,8 Miliar, Mantan Kadis PUPR Sumut Dituntut 5,5 Tahun Penjara

Abimanyu - Jumat, 06 Maret 2026 09:00 WIB
Terima Suap Proyek Jalan Rp165,8 Miliar, Mantan Kadis PUPR Sumut Dituntut 5,5 Tahun Penjara
Teks ‎foto : ‎Suasana sidang perkara suap proyek jalan Sumut yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Medan. (Abimanyu)

Kitakini.news -Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, dituntut pidana penjara selama lima tahun enam bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengaturan proyek peningkatan jalan senilai Rp165,8 miliar.

Baca Juga:

‎Tuntutan tersebut dibacakan JPU KPK Eko Wahyu Prayitno dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan, Kamis (5/3/2026).

‎"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Topan Obaja Putra Ginting selama lima tahun enam bulan," kata Eko di hadapan majelis hakim.

‎Selain pidana badan, jaksa juga menuntut Topan membayar denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 80 hari.

‎Tak hanya itu, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp50 juta subsider satu tahun penjara.

‎Dalam perkara yang sama, terdakwa Rasuli Efendi Siregar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada UPTD Gunung Tua yang disidangkan dalam berkas terpisah, dituntut empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.

‎"Terdakwa Rasuli juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp250 juta, dan uang tersebut telah dibayarkan," ujar jaksa.

‎Dalam pertimbangannya, jaksa menyebut perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

‎Bahkan, khusus terdakwa Topan Ginting, jaksa menilai yang bersangkutan tidak mengakui serta tidak menyesali perbuatannya selama proses persidangan.

‎Sementara hal yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga. Khusus Rasuli, ia dinilai bersikap kooperatif dan telah mengembalikan uang pengganti kepada negara.

‎Dalam surat dakwaan diungkap, Topan dan Rasuli menerima uang tunai masing-masing Rp50 juta dari pihak swasta. Selain itu, keduanya juga dijanjikan commitment fee sebesar lima persen dari nilai kontrak proyek.

‎Uang dan janji tersebut berasal dari Direktur PT Dalihan Na Tolu Grup Muhammad Akhirun Piliang alias Kirun dan Direktur Utama PT Rona Na Mora Muhammad Rayhan Dulasmi Piliang alias Rayhan.

‎Jaksa mengungkapkan, Topan diduga mengarahkan agar kedua perusahaan tersebut ditunjuk sebagai pemenang dua paket proyek peningkatan jalan provinsi.

‎"Dalam kesepakatan tersebut, terdakwa Topan mengambil bagian empat persen dari nilai kontrak, sedangkan terdakwa Rasuli satu persen," ungkap Eko.

‎Adapun dua proyek yang dimaksud yakni peningkatan Jalan Sipiongot–Batas Labuhan Batu dengan pagu anggaran Rp96 miliar serta peningkatan Jalan Hutaimbaru–Sipiongot dengan pagu anggaran Rp69,8 miliar.

‎Kedua proyek tersebut berada di wilayah Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan total nilai anggaran mencapai Rp165,8 miliar pada tahun anggaran 2025.

‎Atas perbuatannya, kedua terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

‎Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Mardison menunda persidangan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada Kamis (12/3/2025) dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi).

‎"Sidang ditunda dan dilanjutkan pada Kamis (12/3/2026) mendatang dengan agenda pledoi dari para terdakwa maupun penasihat hukumnya," ujar hakim.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Wabup Tiorita Menangis

Bupati Langkat Terjaring OTT KPK, Wabup Tiorita Menangis

KPK Rilis Kasus OTT Bupati Kuansing, Minta Belikan Mobil Rp2,05 Miliar

KPK Rilis Kasus OTT Bupati Kuansing, Minta Belikan Mobil Rp2,05 Miliar

Kasus Suap Proyek Jalan, Mantan Kadis PUPR Sumut Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Kasus Suap Proyek Jalan, Mantan Kadis PUPR Sumut Dihukum 5,5 Tahun Penjara

Vonis Ditunda, Hakim: Berkas Putusan Perkara Suap Proyek Jalan Belum Rampung

Vonis Ditunda, Hakim: Berkas Putusan Perkara Suap Proyek Jalan Belum Rampung

Kasus Proyek Jalan di Sumut, Saksi: Tak Ada Survei Lokasi

Kasus Proyek Jalan di Sumut, Saksi: Tak Ada Survei Lokasi

Jaksa KPK: Bobby Nasution Tak Masuk Daftar Saksi Kasus Topan Ginting

Jaksa KPK: Bobby Nasution Tak Masuk Daftar Saksi Kasus Topan Ginting

Komentar
Berita Terbaru