Kamis, 15 Oktober 2026

Awas! Ada Varian Baru COVID-19 di Australia dan Jepang

Fitri - Selasa, 23 Juli 2024 19:29 WIB
Awas! Ada Varian Baru COVID-19 di Australia dan Jepang
Ilustrasi/Freepik.com
Varian baru COVID-19 di Australia dinamai LB.1. Sementara di Jepang bernama KP.3.
Kitakini.news - Ketika dunia sudah mulai melupakan COVID-19 di Australia dan Jepang malah muncul varian baru dari virus mematkan itu. Bahkan, dikabarkan dapat menyebar lebih cepat.

Melansir berbagai sumber, Selasa (23/7/2024), varian baru COVID-19 dia Australia dinamai LB.1. Sementara di Jepang bernama KP.3.

Baca Juga:

KP.3 disebut menjadi lebih tangguh dan resisten bahkan pada orang-orang yang sudah pernah divaksinasi COVID-19, atau mendapatkan imunitas 'alami' dari paparan infeksi Corona.

"Varian KP.3 menyebar dengan cepat, bahkan di antara mereka yang telah divaksinasi atau telah pulih dari infeksi sebelumnya," kata Kazuhiro Tateda, presiden Asosiasi Penyakit Menular Jepang.

Sejumlah rumah sakit melaporkan peningkatan tajam kasus COVID-19 dan penerimaan perawatan pasien. Meski begitu, Tateda mengaku sedikit lega karena gejala yang ditimbulkan tidak berat seperti varian sebelumnya.

Gejala khas varian KP.3 antara lain demam tinggi, sakit tenggorokan, kehilangan penciuman dan rasa, sakit kepala, dan kelelahan.

Sementara di Australia, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa virus LB.1 dapat menyebar lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Juru bicara departemen kesehatan Australia mengatakan telah ada kasus LB.1 yang terkonfirmasi di Australia.

"Meskipun LB.1 hampir pasti lebih mudah menular dibandingkan KP.2, tetapi tampaknya penyakit ini tidak mengungguli KP.3 dan turunannya," sebut lembaga penyiaran tersebut mengutip Profesor Adrian Esterman, ketua biostatistik dan epidemiologi Universitas South Australia.

Seorang dokter penyakit menular dan ahli mikrobiologi klinis di Universitas Queensland, Paul Griffin, mengatakan bahwa negara tersebut tampaknya mendekati puncak kasus virus corona pada musim dingin ini.

Namun, ia menambahkan bahwa sulit untuk mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan gelombang baru infeksi.

"Kami mengalami gelombang besar aktivitas COVID dan itu tampaknya melambat, tetapi saat ini masih cukup banyak," pungkasnya.*

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dari SDM Hingga Hasil Laut, Bobby Tawarkan Potensi Investasi Sumut Kepada Jepang

Dari SDM Hingga Hasil Laut, Bobby Tawarkan Potensi Investasi Sumut Kepada Jepang

Indonesia Tutup Asian Games 2026 di Posisi 16, Dua Atlet Sumut Sumbang Medali

Indonesia Tutup Asian Games 2026 di Posisi 16, Dua Atlet Sumut Sumbang Medali

Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Ebenejer Ingatkan Disdik dan Sekolah Perkuat Sterilisasi Lingkungan, Persiapkan PJJ

Manfaatkan Warisan Pandemi, PGN Alihfungsikan Tabung Oksigen untuk Pemuihan Pascabencana

Manfaatkan Warisan Pandemi, PGN Alihfungsikan Tabung Oksigen untuk Pemuihan Pascabencana

Leo/Daniel Juara! Indonesia Raih Emas Ketiga Asian Games 2026

Leo/Daniel Juara! Indonesia Raih Emas Ketiga Asian Games 2026

Brasil Bangkit, Australia Tumbang 2-4 dalam Duel Sengit

Brasil Bangkit, Australia Tumbang 2-4 dalam Duel Sengit

Komentar
Berita Terbaru