Jumat, 09 Oktober 2026

GERD Bisa Muncul Akibat Stres, Tidak Melulu Soal Telat Makan

Fitri - Selasa, 27 Januari 2026 21:28 WIB
GERD Bisa Muncul Akibat Stres, Tidak Melulu Soal Telat Makan
freepik.com
Ilustrasi, orang mengalami GERD
Kitakini.news - Penyakit Gastroesophageal reflux disease (GERD) secara umum dianggap masalah lambung akibat telat makan atau pola makan yang tidak teratur.

Nyatanya, tidak hanya itu. GERD juga muncul akibat faktor psikologis seperti stres dan kecemasan.

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Selasa (27/1/2026), GERD merupakan penyakit kompleks yang tidak bisa dipandang sebagai gangguan pencernaan biasa.

"Terus terang saja, stres itu akan meningkatkan produksi asam lambung," kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, Ari Fahrial Syam.

Hubungan antara GERD dan gangguan psikologis bersifat dua arah. Stres dan kecemasan dapat memicu peningkatan asam lambung, sementara keluhan GERD yang muncul juga dapat memperparah kondisi mental penderitanya.

"Di satu sisi, pasien-pasien dengan GERD itu juga mengalami kecemasan yang luar biasa," ujarnya.

Peningkatan asam lambung pada GERD dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kondisi mental penderitanya.

"Penyakit GERD ini berbeda dengan sakit maag biasa," ujar Ari lagi.

Dalam praktiknya, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke arah kerongkongan.

Kondisi ini seharusnya tidak terjadi karena asam lambung idealnya tetap berada di lambung dan tidak mengalir balik ke organ lain.

Namun, peningkatan produksi asam lambung bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Selain pola makan yang kurang tepat, faktor stres dan kecemasan memiliki peran besar dalam memperberat gejala GERD.

Saat asam lambung naik, sebagian pasien merasakan sensasi tercekik di dada hingga sulit bernapas.

Kondisi ini kerap membuat penderita panik dan semakin cemas karena merasa seolah mengalami gangguan jantung atau pernapasan.

Rasa tercekik dan tidak nyaman tersebut kemudian memicu lingkaran masalah baru.

Kecemasan meningkat, asam lambung makin naik, dan keluhan GERD menjadi semakin berat.

Karena itu, penanganan GERD tidak bisa hanya berfokus pada lambung semata. Pengobatan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi fisik dan psikologis pasien.

"Penanganannya harus paripurna, dilakukan secara bersamaan antara mengontrol anxiety-nya dengan mengontrol asam lambungnya," jelasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan pada FEKDI 2026

Gubernur BI Destry Damayanti Coba Langsung QRESTO di Booth Pemkot Medan pada FEKDI 2026

Bapenda Medan Paparkan Medan QRESTO, Inovasi Digital untuk Dongkrak Penerimaan Pajak Daerah

Bapenda Medan Paparkan Medan QRESTO, Inovasi Digital untuk Dongkrak Penerimaan Pajak Daerah

Polsek Medan Labuhan Tangkap Komplotan Perampas Motor Pengantar Makanan Online

Polsek Medan Labuhan Tangkap Komplotan Perampas Motor Pengantar Makanan Online

SAPMA LMP PTKI Medan Bagikan 300 Paket Makanan, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Kader

SAPMA LMP PTKI Medan Bagikan 300 Paket Makanan, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Kader

Puluhan Siswa MTsN Kisaran Keracunan Makanan setelah Menyantap MBG, Tercium Aroma tak Sedap

Puluhan Siswa MTsN Kisaran Keracunan Makanan setelah Menyantap MBG, Tercium Aroma tak Sedap

Viral Dugaan Menu MBG Basi di Aramo Nias Selatan

Viral Dugaan Menu MBG Basi di Aramo Nias Selatan

Komentar
Berita Terbaru