Rabu, 19 Agustus 2026

Sekilas Tampak Sama, Nyatanya Maag dan Asam Lambung Itu Beda: Ini Penjelasannya

Fitri - Rabu, 04 Maret 2026 13:00 WIB
Sekilas Tampak Sama, Nyatanya Maag dan Asam Lambung Itu Beda: Ini Penjelasannya
freepik.com
Ilustrasi, gangguan pencernaan
Kitakini.news - Ketika punya masalah pencernaan yang buat perut tak nyaman, maka orang menyebutnya sakit maag. Padahal, bisa saja itu asam lambung.

Ya, perbedaan maag dan asam lambung sekilas tak ada. Namun, bagi yang mengerti, bedanya sangat jelas.

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Rabu (4/3/2026), penyakit asam lambung merujuk pada refluks gastroesofagus alias GERD.

Sementara, maag berkaitan dengan gangguan pencernaan ketika terjadi kerusakan dinding lambung akibat produksi asam lambung berlebih.

Perbedaan maag dan asam lambung salah satunya terletak pada rasa sakit penderitanya.

Maag memicu rasa nyeri pada lambung dan cenderung perih.

Sedangkan GERD itu asam lambung yang naik ke atas, biasanya akan terasa dada sakit seperti terbakar, mulut pahit, ngilu di gigi, telinga nyeri, tenggorokan sakit, hingga batuk-batuk.

Ya, sejatinya maag dan penyakit asam lambung sama-sama berkaitan dengan asam lambung. Meski demikian, ada perbedaannya. Berikut penjelasannya:

1. Maag

Pada maag, cairan lambung tidak sampai naik ke kerongkongan tapi akan menimbulkan sejumlah gejala.

Pertama ada ensasi terbakar di usus atau area antara pusar dan tulang dada saat makan dan malam hari.

Lalu ada kembung dan bersendawa, mual dan muntah, perut nyeri atau tidak nyaman, biasanya dirasakan dua hingga tiga jam setelah makan, dan terdapat darah di feses.

2. Penyakit asam lambung (GERD)

GERD merupakan refluks asam lambung atau asam lambung naik ke kerongkongan.

Asam lambung tergolong cairan asam yang sangat kuat sehingga akan memicu gejala seperti perut kembung dan sering bersendawa

Muncul juga rasa asam di belakang mulut dan bau napas tidak sedap, batuk kering, dan dakit tenggorokan.

Lalu sulit menelan, cegukan terus-menerus, sesak napas atau mengi, mulas yang meningkat sebagai respons terhadap makanan pemicu, dan gejala memburuk saat berbaring atau membungkuk.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiga Terdakwa Perdagangan Sisik Tringgiling 1,5 Tahun Penjara

Tiga Terdakwa Perdagangan Sisik Tringgiling 1,5 Tahun Penjara

Risiko Kopi Campur Lemon, dari Gigi Rusak hingga Susah Tidur

Risiko Kopi Campur Lemon, dari Gigi Rusak hingga Susah Tidur

Gangguan Kesehatan Ini Bikin Sering Kentut, Segera Periksa!

Gangguan Kesehatan Ini Bikin Sering Kentut, Segera Periksa!

Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

Dukung B50 dan Ketahanan Pangan, PTPN IV PalmCo Serap 1,73 Juta Ton TBS Petani

Penertiban Pertambangan Ilegal Jangan Hanya di Madina, Pemprovsu Harus Sisir Daerah Lain

Penertiban Pertambangan Ilegal Jangan Hanya di Madina, Pemprovsu Harus Sisir Daerah Lain

Tak Layak Huni, Ricky Anthony Bangun Rumah Baru Untuk Warga Langkat

Tak Layak Huni, Ricky Anthony Bangun Rumah Baru Untuk Warga Langkat

Komentar
Berita Terbaru