RS Columbia Asia Medan Tekankan Deteksi Dini Kanker Ovarium Selagi Masih Stadium Awal
Kitakini.news - Kanker ovarium masih menjadi ancaman serius bagi perempuan, karena kerap tidak menunjukkan gejala yang khas pada awal kemunculannya. Akibatnya, banyak pasien baru datang berobat saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Baca Juga:
- Naik 20 Persen, Metode Multidisiplin RS Columbia Asia Medan Tingkatkan Keberhasilan Terapi Hemodialisis
- Columbia Asia Hospital Medan Gelar Iduladha Penuh Makna: Wujud Kepedulian Sosial dan Penguatan Ikatan Komunitas
- Solusi Nyeri Lutut dan Osteoartritis, Berikut Tips Mudah Hingga Penggantian Sendi Lutut di Columbia Asia Hospital Medan
Menyadari hal ini, Columbia Asia Hospital Medan menyarankan perempuan meningkatkan deteksi dini bagi masyarakat. Pesan ini hadir sebagai bentuk kepedulian rumah sakit terhadap kesehatan wanita.
Dokter spesialis, dr. Dwi Faradina, M.Ked(OG), Sp.OG Subsp. Onk, menyebut gejala awal kanker ovarium sering kali disalahartikan sebagai keluhan biasa seperti maag atau masuk angin.
"Kadang-kadang seperti orang sakit maag, kembung-kembung tidak jelas, cepat kenyang begitu. Atau nyeri-nyeri sedikit di perut nanti hilang timbul," katanya, di Columbia Asia Hospital Jalan Listrik Medan.
Untuk meningkatkan kewaspadaan, sambungnya, perempuan perlu mengenali empat gejala utama yang perlu diwaspadai. Yakni perut kembung, cepat kenyang atau penurunan nafsu makan, nyeri perut atau panggul, serta sering buang air kecil.
"Kalau gejala ini dialami terus-menerus, perempuan harus periksa ke dokter kandungan dulu untuk memastikan ada atau tidak kelainan pada organ reproduksi," jelasnya.
Sementara itu, enam faktor risiko yang perlu diperhatikan meliputi riwayat kista ovarium, riwayat keluarga dengan kanker ovarium atau kanker payudara, gaya hidup tidak sehat dan obesitas, pertambahan usia, belum memiliki anak atau jumlah anak sedikit, serta faktor mutasi genetik.
Menurut dr Dwi, mayoritas pasien kanker ovarium datang pada usia di atas 40 tahun. Meski demikian, perempuan usia muda bahkan anak-anak tetap memiliki kemungkinan terkena kanker ovarium, meski dengan tipe yang lebih jarang.
"Perlu diketahui bahwa perbedaan mendasar antara tumor jinak dan tumor ganas terletak pada kemampuan penyebarannya. Pada kanker ovarium, sel ganas dapat menyebar ke organ lain melalui pembuluh darah, kelenjar getah bening, maupun jaringan sekitar," katanya.
Ia menambahkan, karena sering datang sudah stadium lanjut, penyebaran bisa sampai ke rongga perut bahkan paru-paru. Kalau sudah ke paru, pasien bisa sesak napas dan batuk-batuk.
Dalam penanganannya, operasi tetap menjadi terapi utama jika kondisi pasien memungkinkan. Namun bila tumor sudah melekat ke organ sekitar atau berisiko menimbulkan perdarahan berat, dokter biasanya mengambil sampel jaringan terlebih dahulu sebelum kemoterapi dilakukan.
"Sampel diperlukan untuk pastikan jenis kankernya sehingga kita tahu obat kemoterapi yang cocok. Kemoterapi bertujuan mengecilkan massa tumor supaya kemudian bisa dioperasi," terang dr. Faradina.
Sementara, Direktur Columbia Asia Hospital Medan, Dr. dr. Beni Satria, M.Kes, S.H, M.H, FISQua, menegaskan bahwa aspek kemanusiaan menjadi prioritas utama dalam layanan kanker mereka.
"Kami memahami bahwa perjalanan melawan kanker bukan hal yang mudah. Oleh karena itu, kami berkomitmen menghadirkan layanan yang humanis. Kami juga memastikan pasien mendapatkan perawatan medis terbaik dengan teknologi terkini, tetapi juga dukungan moral dan emosional selama proses penyembuhan," katanya.
Untuk mendukung pencegahan dini kanker ovarium, rumah sakit ini menyediakan layanan skrining kanker ovarium dan layanan kemoterapi yang lebih komprehensif dan terpantau secara berkelanjutan oleh tim ahli onkologi yang berpengalaman.
"Mengingat menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati, melainkan tentang keberanian untuk mengenali diri lebih awal. Kami mengajak seluruh wanita untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh dan tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," kata dr Beni memungkasi.
Naik 20 Persen, Metode Multidisiplin RS Columbia Asia Medan Tingkatkan Keberhasilan Terapi Hemodialisis
Columbia Asia Hospital Medan Gelar Iduladha Penuh Makna: Wujud Kepedulian Sosial dan Penguatan Ikatan Komunitas
Solusi Nyeri Lutut dan Osteoartritis, Berikut Tips Mudah Hingga Penggantian Sendi Lutut di Columbia Asia Hospital Medan
Tantangan Komunikasi Dokter-Pasien di Rumah Sakit, Columbia Asia Medan Upayakan Solusi