Sabtu, 04 Juli 2026

Tantangan Komunikasi Dokter-Pasien di Rumah Sakit, Columbia Asia Medan Upayakan Solusi

Siti Amelia - Minggu, 23 November 2025 09:42 WIB
Tantangan Komunikasi Dokter-Pasien di Rumah Sakit, Columbia Asia Medan Upayakan Solusi
amelia
dr Beni Satria
Kitakini.news - Direktur Rumah Sakit Columbia Asia Medan, dr. Beni Satria, mengakui bahwa kualitas dokter di Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Namun tantangan utama terletak pada komunikasi antara dokter dan pasien.

Hal ini disampaikannya saat ditemui wartawan di sela kegiatan Fun Walk With Family di Area Parkir Belakang Columbia Asia Hospital Medan, Minggu (23/11/2025).

Baca Juga:

Menurut dr. Beni, standar waktu komunikasi dokter-pasien idealnya 15-20 menit per pasien. Namun, di rumah sakitnya, antrian pasien sering mencapai 20-30 orang per dokter, bahkan hingga 40 orang, dengan beberapa pasien harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan jadwal.

"Kalau di luar negeri, pasien bisa berkonsultasi setengah jam hingga satu jam tanpa keluhan karena jumlah pasien sedikit, mungkin hanya 6-10 orang. Di sini, satu dokter bisa menghadapi antrian panjang, sehingga waktu konsultasi sering terbatas hanya 5-10 menit," ujarnya.

Akibatnya, sambung dr Beni, keluhan pasien sering muncul terkait waktu konsultasi yang singkat, di mana dokter tidak dapat menjelaskan penyakit secara mendalam.

"Komunikasi ini memang tantangan serba salah. Pasien merasa tidak puas karena penjelasan kurang, sementara dokter juga bisa jenuh dengan beban kerja," tambah dr. Beni.

Untuk mengatasi hal ini, rumah sakit telah menerapkan sistem antrian dan berupaya merekrut dokter residen yang bisa bekerja full-time dari pagi hingga sore.

"Kami juga menghadapi tantangan SDM, di mana sekitar 70% dokter kami adalah PNS yang praktek di beberapa tempat, seperti RSUP H. Adam Malik dan RS USU. Ini membuat mereka tidak bisa fokus penuh di sini," jelasnya.

Dr. Beni optimis dengan program Kementerian Kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah dokter, sehingga kualitas komunikasi bisa ditingkatkan. Dia juga menekankan bahwa dari segi alat medis, Columbia Asia Medan sudah memadai.

"Untuk pasien dengan kondisi kompleks, seperti di ICU atau yang membutuhkan kolaborasi spesialis jantung, penyakit dalam, anestesi, dan saraf, kami selalu mengumpulkan dokter untuk edukasi bersama pasien. Mereka duduk bersama pasien, menjelaskan penyakit, prognosis, dan tindakan selanjutnya, sehingga pasien merasa puas," pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai

Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai

Pertahankan Disertasi tentang Citra Polri, Jurnalis Senior Eddy Iriawan Raih Gelar Doktor Cumlaude

Pertahankan Disertasi tentang Citra Polri, Jurnalis Senior Eddy Iriawan Raih Gelar Doktor Cumlaude

RS Columbia Asia Medan Tekankan Deteksi Dini Kanker Ovarium Selagi Masih Stadium Awal

RS Columbia Asia Medan Tekankan Deteksi Dini Kanker Ovarium Selagi Masih Stadium Awal

Columbia Asia Hospital Medan Gelar Iduladha Penuh Makna: Wujud Kepedulian Sosial dan Penguatan Ikatan Komunitas

Columbia Asia Hospital Medan Gelar Iduladha Penuh Makna: Wujud Kepedulian Sosial dan Penguatan Ikatan Komunitas

XLSMART Catat Pendapatan Rp11,84 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 38 Persen

XLSMART Catat Pendapatan Rp11,84 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 38 Persen

RS Adam Malik Hadirkan Teknologi TMS: Harapan Baru untuk Pemulihan Pasien Neurologi

RS Adam Malik Hadirkan Teknologi TMS: Harapan Baru untuk Pemulihan Pasien Neurologi

Komentar
Berita Terbaru