Jumat, 17 Juli 2026

Dua Persen Anak Sekolah di Indonesia Depresi, Banyak yang Mau Bunuh Diri

Fitri - Kamis, 31 Juli 2025 20:40 WIB
Dua Persen Anak Sekolah di Indonesia Depresi, Banyak yang Mau Bunuh Diri
Ilustrasi/freepik
Seorang anak usia sekolah menunjukan gesture depresi
Kitakini.news - Anak usia sekolah, berusia sekitar 15-24 tahun, di Indonesia ternyata sedang tidak baik-baik saja. Banyak yang depresi hingga mau bunuh diri.

Melansir berbagai sumber, Kamis (31/7/2025), hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga:

"Karena banyak selama ini tidak bisa mengidentifikasi kalau ada masalah kejiwaan, masalah kesehatan jiwa di anak-anak kita," ujar Budi dalam konferensi pers Kick-off CKG, Kamis (31/7/2025).

Budi mengatakan, sekitar 2 persen atau 1 dari 50 anak usia 15-24 tahun mengalami depresi.

Sebagai informasi, depresi merupakan gangguan suasana hati yang memicu perasaan sedih berkepanjangan dan hilangnya minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai.

Biasanya, depresi ditandai dengan perubahan nafsu makan, gangguan tidur, rasa lelah yang tak dapat dijelaskan, kesulitan berkonsentrasi, perasaan tidak berharga, hingga pikiran tentang kematian.

Depresi bisa berlangsung lama dan memengaruhi cara berpikir serta berperilaku seseorang.

Menurut Budi,, angka ini ditemukan berdasarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dilakukan di 72 Sekolah Rakyat di bawah nanungan Kementerian Sosial. Dan, sekitar 7 ribu anak telah menjalani pemeriksaan.

"Ternyata cukup banyak yang mengalami kecemasan, depresi, mungkin karena melihat gadget, social media, dan segala macam. Nah, itu kita mulai ukur," ujar Budi.

Tak hanya itu, temuan CKG juga menemukan 1 dari 10 peserta didik usia 13-17 tahun dilaporkan pernah melakukan percobaan bunuh diri lebih dari satu kali dalam 12 bulan terakhir sebelum survei dilakukan.

Oleh karena itu, Budi berharap pemeriksaan kesehatan bisa jadi langkah preventif untuk mencegah masalah yang lebih serius.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gubsu Siapkan Puskesmas Mandrehe Naik Kelas, Layanan Rawat Inap dan Dokter Spesialis Diperkuat

Gubsu Siapkan Puskesmas Mandrehe Naik Kelas, Layanan Rawat Inap dan Dokter Spesialis Diperkuat

Bobby Mulai Bangun SMKN 1 Gido, Relokasi Sekolah Langganan Banjir ke Lokasi Lebih Layak

Bobby Mulai Bangun SMKN 1 Gido, Relokasi Sekolah Langganan Banjir ke Lokasi Lebih Layak

Bobby Nasution Tinjau Lokasi Relokasi SMKN 1 Gido, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pendidikan di Nias

Bobby Nasution Tinjau Lokasi Relokasi SMKN 1 Gido, Perkuat Komitmen Tingkatkan Pendidikan di Nias

Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026

Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026

Bukan Sekadar Pengenalan Sekolah, MPLS SMAN 7 Medan Fokus Bentuk Karakter dan Nasionalisme Siswa Baru

Bukan Sekadar Pengenalan Sekolah, MPLS SMAN 7 Medan Fokus Bentuk Karakter dan Nasionalisme Siswa Baru

Tinjau Pendidikan, Infrastruktur, dan Kesehatan. Bobby Berkantor di Pulau Nias

Tinjau Pendidikan, Infrastruktur, dan Kesehatan. Bobby Berkantor di Pulau Nias

Komentar
Berita Terbaru