Minggu, 23 Agustus 2026

BNPB Pasang 12 Titik EWS di Lereng Marapi

Azzaren - Selasa, 16 Juli 2024 15:03 WIB
BNPB Pasang 12 Titik EWS di Lereng Marapi
(Bonar)
Pemasangan 12 Early Warning System (EWS) dinilai sangat urgen.

Kitakini.news - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mendirikan 12 titik Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini, di Lereng Gunung Marapi, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Baca Juga:

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Rudy Rinaldy, mengatakan, pemasangan 12 Early Warning System (EWS) dinilai sangat urgen. Sebab, diatas Gunung Marapi masih menumpuk materil, yang seketika akan mengancam keselamatan warga di lereng Gunung Marapi.

"EWS ini sebagai salah satu bentuk mitigasi bencana di kawasan gunung Marapi. Pasalnya, hingga saat ini kawasan Lereng Gunung Marapi masih sangat rawan bencana alam, seperti banjir bandang atau banjir lahar dingin, terutama di saat diguyur hujan. Terlebih banyaknya tumpukan material abu di puncak Marapi yang terus erups atau berhembus," bebernya kepada wartawan di Tanah Datar, Selasa (16/7/2024).

Menurut Rudy, BNPB telah melakukan rapat koordinasi termasuk dengan BPBD Sumbar, dan direncanakan bakal dipasang sekitar 12 EWS di kawasan Gunung Marapi.

Selain itu, lanjut Rudy, pihaknya bersama BNPB juga telah melakukan survei lapangan ke kawasan Marapi untuk menentukan titik-titik pemasangan EWS tersebut.

"Semuanya didanai Pemerintah Pusat melalui BNPB. Kemudian, dalam waktu dekat pihaknya kembali melakukan rapat koordinasi dengan BNPB, untuk menentukan titik pemasangan EWS dan menjadwalkan pemasangannya," terangnya.

Selain BNPB, masih kata Rudy, pihaknya juga berkoordinasi dengan BMKG karena mereka juga akan memasang hal yang sama di lereng Gunung Marapi. "EWS yang kita pasangan akan dikolaborasi dengan EWS BMKG," tegasnya.

Sementara itu, peristiwa bencana banjir bandang dan banjir lahar dingin gunung Marapi, terjadi 11-12 Mei 2024 lalu, menjadi luka yang mendalam bagi Sumatera Barat, terutama bagi masyarakat Tanah Datar, Agam, dan Padang Panjang.

Setidaknya, 63 orang korban meninggal dunia, 10 orang dinyatakan hilang, dan ribuan rumah rusak, infrastruktur jalan, hingga ratusan hektar pertanian rusak. Pemerintah Provinsi Sumbar menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan mencapai Rp1,6 triliun. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gempa M7,7 Guncang NTT: BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Dua Orang Meregang Nyawa

Gempa M7,7 Guncang NTT: BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Dua Orang Meregang Nyawa

Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar

Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Sebut Budaya Tak Mengenal Pagar

Banjir Terjang Padang, Tiga Kecamatan Terdampak, Evakuasi Terus Berlangsung

Banjir Terjang Padang, Tiga Kecamatan Terdampak, Evakuasi Terus Berlangsung

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pekan ini, Komisi E DPRD Sumut Akan Panggil SMAN 4 Medan

Pekan ini, Komisi E DPRD Sumut Akan Panggil SMAN 4 Medan

Komentar
Berita Terbaru