Senin, 06 Juli 2026

Petugas Gabungan Tutup Tambang Emas Ilegal di Madina

Efendi Jambak - Rabu, 05 Februari 2025 14:39 WIB
Petugas Gabungan Tutup Tambang Emas Ilegal di Madina
(Dok. Polres Madina)
TNI/Polri dan Pemkab Mandailing Natal seser lokasi penambangan emas ilegal.

Kitakini.news -Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) bersama Polri dan TNI melakukan operasi penutupan area pertambangan emas tanpa izin (Peti) di kawasan Pegunungan Kilometer II, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargor.

Baca Juga:

Operasi penutupan Peti ini dipimpin Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh yang dihadiri Komandan Rayon Militer 13 Panyabungan Kapten Inf A.K Harahap mewakili Dandim 0212/TS, Kepala BPBD Mukhsin Nasution, Satpol PP dan pejabat kecamatan Hutabargot, hingga kepala desa.

Untuk mendatangi lokasi, petugas harus berjalan kaki mendaki gunung di Kilometer II yang memakan waktu berkisar 1,5 jam. Puluhan personel berangkat pukul 14.00 WIB dan operasi berakhir pukul 18.00 Wib, Senin (3/2/2025).

AKBP Arie mengatakan, operasi Peti ini sebagai tindak lanjut komitmen yang ia sampaikan saat melakukan penertiban Peti di wilayah Kecamatan Kotanopan. Selain Hutabargot juga dilakukan penyisiran lokasi Peti di Batang Natal dan sekitarnya.

Masih kata AKBP Arie, pihaknya tidak pernah membenarkan adanya tambang emas ilegal. Ia menyebut bakal terus menggandeng pemerintah daerah dan TNI dalam mengedukasi masyarakat untuk tidak menambang lagi ke depannya.

"Jadi penambangan emas tanpa izin atau ilegal ini tidak pernah kita benarkan. Seperti saat penertiban di wilayah Kilo 2 Hutabargot ini, tadi sudah kita sampaikan kepada masyarakat yang ada di bawah dan di gunung agar segera berhenti menambang," jelasnya.

Kapolres menyebut tidak ada alasan bagi masyarakat harus main tambang agar bisa menafkahi keluarga. Dia juga mengajak penambang agar segera merubah mata pencaharian yang semula menambang menjadi petani.

Di sisi lain, kunjungan Kapolres Madina dan pejabat utama ke Kilometer 2 Hutabargot adalah memastikan adanya informasi sejumlah karyawan tambang tewas tertimbun di dalam lobang akibat longsor. Selain itu, adanya informasi bau busuk di sekitar lokasi Peti.

"Tadi sudah kita cek, kita berkeliling disepanjang camp tambang. Tidak ada bau busuk dan karyawan yang tertimbun. Masyarakat juga tadi kita tanyakan soal ini, tapi semua mengaku tidak ada. Berarti bisa dipastikan informasi itu tidak benar adanya," ungkap Arie Paloh.

Pantauan di lokasi, saat operasi berlangsung, petugas melakukan pembongkaran camp milik penambang. Barang bukti juga diamankan seperti tenda hasil copotan dari camp.

Penertiban berlangsung aman dan kondusif. Kapolres Madina dan seluruh personel yang terlibat turun gunung dengan selamat.(**)


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Heru
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rommy Van Boy Ajak Warga Berkolaborasi Berantas Peredaran Narkoba di Medan

Rommy Van Boy Ajak Warga Berkolaborasi Berantas Peredaran Narkoba di Medan

Tiga Personel Polres Pematangsiantar Raih Penghargaan dari Kapolda Sumut

Tiga Personel Polres Pematangsiantar Raih Penghargaan dari Kapolda Sumut

Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang

Wabup Kutai Tinjau Pengembangan Agribisnis Aren di Pesantren Al Hidayah Deli Serdang

Pemprovsu Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis

Pemprovsu Lanjutkan Penertiban Tambang Ilegal di Sungai Batang Gadis

OTT KPK di Binjai, Suasana Polrestabes Medan Terlihat Tenang

OTT KPK di Binjai, Suasana Polrestabes Medan Terlihat Tenang

Polsek Pandan Amankan Dua Pria Lakukan Percobaan Pencurian Kabel Telkom

Polsek Pandan Amankan Dua Pria Lakukan Percobaan Pencurian Kabel Telkom

Komentar
Berita Terbaru