Sabtu, 05 September 2026

Edu Global School, Sekolah dan Rumah Kedua Siswa, Adopsi Kesuksesan Program SBM ITB

- Selasa, 31 Januari 2023 20:39 WIB
Edu Global School, Sekolah dan Rumah Kedua Siswa, Adopsi Kesuksesan Program SBM ITB
Kitakini.news - Fungsi sekolah sebagai rumah kedua menjadi cita-cita Oki Earlivan, S.Mn., M.B.A dalam mendirikan Edu Global School (EGS) pertama kali di Bandung pada 2013 lalu. Selain itu, sekolah internasional yang juga sudah ada di Medan sejak 2017 lalu itu, menekankan adanya interaksi antara sekolah, orang tua dan siswa didik. 

Hal itu dia sampaikan saat soft launching gedung baru Edu Global School Medan dan seminar pendidikan di Ruang Harvard, Medan Focal Point, Jalan Arteri Ringroad, Selasa (31/01/2023) pagi. Gedung baru EGS Medan berada di Komplek OCBC, Jalan Arteri Ringroad.

Pendiri Edu Global School,  alumni Oxford University, Inggris, itu juga menceritakan pengalamannya saat sekolah di luar negeri saat SMP tahun 1997, kendati harus kembali ke Indonesia setelahnya. Pengalaman itulah yang dia terapkan di sekolah yang dia dirikan tersebut.

"Saat di luar negeri, saya merasa sekolah itu seperti rumah. Di Indonesia, sekolah seperti penjara setengah hari. Ada suatu paksaan untuk saya sekolah, selalu diberikan pekerjaan rumah (PR), jadi terpaksa ikut bimbel. Sekolah yang baik itu yang memiliki interaksi dengan orang tua. Tidak sebatas pribadi mengerjakan PR, harusnya ada interaksi sekolah, orang tua dan siswa," ucapnya di hadapan orang tua alumni, siswa dan calon siswa SMP dan SMA EGS Medan yang hadir. 

Alumni  Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Insitut Teknologi Bandung (ITB) itu selanjutnya terinspirasi untuk membangun sekolah yang memiliki pendidikan yang bagus. Menurutnya, kemajuan sebuah negara itu didasari dengan tingkat pendidikan yang baik. Untuk itu, sektor pendidikan harus diperbaiki. 

"Bagaimana caranya, setiap manusia yang baru lahir itu diberikan kebebasan berkreativitas, untuk sekolah. Alhamdulillah saya mendirikan EGS di Bandung tahun 2013," ucapnya.

Itu sebabnya di EGS, kata Oki, awalnya hanya mengajarkan enam mata pelajaran. Dia membagi enam pelajaran itu sebagai pelajaran dalam kelas, dan Pendidikan Agama serta PPKn di luar kelas. Saat ini, EGS menggunakan Kurikulum 2013 plus. 

Selain pendidikan formal, pendidikan karakter juga diajarkan di EGS. Pendidikan tentang kedisiplinan, EGS Medan menjalin kerjasama dengan Batalyon Kavaleri Enam Naga Karimata Asam Kumbang.

Dia juga menekankan, alumni EGS harus bisa bersaing tidak lagi di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Kata dia, tidak mahal, ada beberapa program beasiswa yang menggratiskan biaya kuliah di luar negeri.

Ketua Program Studi (Prodi) SBM ITB, Sonny  Rustiadi, SE, M.B.A, Ph.D. mengatakan, EGS memiliki program yang mirip dengan SBM ITB. Saat ini kata dia, sebanyak 40 persen mahasiswa ITB adalah mahasiswa SBM ITB.

"Apa yang kita coba (di SBM ITB) saya pikir banyak juga diterapkan di Edu Global School, pendapat bahwa setiap orang, setiap anak memiliki talenta dan minat sendiri dan memiliki kemampuan yang mungkin harus kita kembangkan dengan fasilitasi pembelajaran," katanya.

Selain dari penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligence, SBM ITB kata dia juga menerapkan experiential learning. Pembelajaran tersebut akan memberikan bekas yang luar biasa pada siswa. Di ITB kata dia juga menerapkan metode yang sama.

"Katanya, kalau kita mendengar, kita hanya belajar 30 persen dari materi yang disampaikan. Kalau kita menulis, 65 persen sampai dengan 70 persen, tapi kalau kita melakukan, 80 sampai dengan 90 persen. Pengalaman experiential tadi  yang kemudian rasanya penting dalam pendalaman pembelajaran," ucapnya.

Ketua Yayasan Kreasi Edulab Indonesia, Zulhanuddin, SH, MAP, menceritakan cikal bakal EGS yakni konsultan pendidikan Edu Lab.
 
"Kami akan coba bangun EGS. Founder sasarannya, anak kita EGS ini internasional, karma EGlDS Edu Global School. Ke depan, EGS akan lebih baik lagi," ucapnya.

Jaya mulyadi, orang tua siswa alumni EGS, merasakan manfaat anaknya lulus dari sekolah tersebut. Keduanya telah lulus dan kuliah di SBM ITB dan dan Universitas Brawijaya. 
 
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Medan Utara Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Oloan Nasution, berharap siswa EGS ke depannya bisa mewakili Sumatera Utara untuk kompetisi tingkat nasional dan internasional.

"Kalau masuk ke tingkat provinsi saja, tiket masuk SNMPTN perguruan tinggi negeri sudah di tangan," ucapnya.

Investor EGS Medan yang juga Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Medan, H Palacheta Subies Subianto, BA, M.Sc berharap, EGS bisa lebih sukses di masa mendatang.

"EGS besar harapan saya bisa menjadi lentera untuk pendidikan putra-putri kami di Medan," ungkapnya.

Redaksi

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara

Komentar
Berita Terbaru