Anggaran Pemeliharaan SMAN 2 Mandrehe Rp235 Juta Disorot, Kondisi Fasilitas Sekolah Dipertanyakan
Kitakininews.co.id -NIAS BARAT : Penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana SMAN 2 Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, menjadi sorotan setelah sejumlah fasilitas sekolah dilaporkan masih mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Baca Juga:
Berdasarkan data yang dihimpun dari informasi penyaluran dan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), anggaran pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana SMAN 2 Mandrehe selama Tahun Anggaran 2022 hingga 2025 disebut mencapai Rp235.910.200.
Dana tersebut pada prinsipnya diperuntukkan untuk mendukung pemeliharaan dan perbaikan sarana pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Namun, berdasarkan penelusuran serta dokumentasi yang diperoleh di lapangan, sejumlah fasilitas sekolah masih terlihat membutuhkan perhatian. Beberapa bagian gedung, plafon, toilet siswa dan fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar dilaporkan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai realisasi penggunaan anggaran pemeliharaan selama periode 2022 hingga 2025.
Seorang warga di sekitar lingkungan sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap penggunaan anggaran tersebut dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
"Kalau memang anggaran pemeliharaannya mencapai ratusan juta rupiah, kami berharap manfaatnya dapat terlihat. Kondisi lingkungan sekolah dan beberapa bagian plafon masih terlihat membutuhkan perbaikan," ujarnya.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai kegiatan pemeliharaan yang telah dilaksanakan, termasuk jenis pekerjaan, nilai anggaran, bukti pertanggungjawaban serta fasilitas yang menjadi sasaran pemeliharaan.
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, wartawan telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala SMAN 2 Mandrehe, Yudison Hia.
Konfirmasi yang disampaikan berkaitan dengan rincian penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana selama Tahun Anggaran 2022 hingga 2025, pekerjaan yang telah direalisasikan, serta tanggapan pihak sekolah mengenai kondisi sejumlah fasilitas yang ditemukan di lapangan.
Hingga berita ini disusun, Kepala SMAN 2 Mandrehe, Yudison Hia, belum memberikan keterangan terkait permintaan konfirmasi tersebut.
Kepala SMA Negeri 1 Telukdalam Sampaikan Klarifikasi, Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas Sekolah
Abdul Mu’ti Dorong Model Pendidikan YPSIM Jadi Inspirasi Indonesia
Sofyan Tan dan Bocah Ginting, Momen Hangat di Tengah Serap Aspirasi STM Hilir
Wagubsu Pastikan Pembangunan Bronjong Jalan Miga-Lolowua Tepat Waktu
Berkantor di Pulau Nias, Bobby Pacu Pembangunan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan