Minggu, 12 Juli 2026

Nezar Djoeli Soroti Spanduk untuk Rico Waas : Seperti Ada Pemain Balik Layar

Redaksi - Sabtu, 21 Februari 2026 17:15 WIB
Nezar Djoeli Soroti Spanduk untuk Rico Waas : Seperti Ada Pemain Balik Layar
Teks foto : Tokoh masyarakat, HM Nezwr Djoeli. (Dok Kitakini.news)

Kitakini.news - Markanya spanduk di Kota Medan berpretensi negatif tentang Wali Kota Medan, Rico Waas dinilai sedikit aneh karena jumlahnya yang massif dan membutuhkan biaya cetak spanduk tidak sedikit.

Baca Juga:

Keanehan itu menurut Tokoh masyarakat Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli membuat seakan gerakan massif mahasiswa tersebut tidak murni atau ada yang mendalangi.

"Spanduk-spanduk itu terlihat tercetak rapi, tertata masif, dan membutuhkan biaya besar, baik cetak dan memasangnya. Saya tidak yakin itu murni inisiatif adik-adik mahasiswa Cipayung Plus, ada indikasi aktor intelektualnya di balik layar yang memanfaatkan situasi ini," ujar Nezar, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, isi spanduk bukan lagi kritik kebijakan, melainkan sudah mengarah pada serangan personal terhadap wali kota. Hal itu dinilai tidak mencerminkan etika kritik yang sehat dalam demokrasi.

"Kritik seharusnya pada kebijakan dan kinerja institusi, bukan pada hal-hal personal yang bernuansa penghinaan. Ini berpotensi memecah belah masyarakat Kota Medan," tegasnya.

Nezar juga mengingatkan bahwa masa jabatan Wali Kota dan Wakil Walikota Medan, Rico Waas dan Zakkyudin saat ini belum genap satu periode, bahkan baru satu tahun berjalan.

"Menjadi walikota dan wakil walikota bukan bisa langsung revolusi ubah segala sesuatu dengan asal, perlu proses dan perencanaan dan waktu. Saya pikir publik, khususnya kalangan mahasiswa, dapat memberi ruang bagi pemerintah kota untuk bekerja sebelum menjatuhkan penilaian yang terlalu dini," ujarnya.

"Kita harus objektif. Belum genap setahun menjabat, sudah ada beberapa capaian yang patut diapresiasi, seperti pengendalian banjir berbasis lingkungan hingga peningkatan pendapatan daerah yang mulai terlihat," katanya.

Di bulan suci Ramadan, Nezar mengajak mahasiswa untuk mengedepankan cara-cara dialogis dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual seharusnya tampil dengan argumentasi dan solusi, bukan emosi dan provokasi.

"Saya minta adik-adik mahasiswa bersabar, memperkuat dialog, dan tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral," ujarnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hadiri Rakernas APEKSI, Gubsu Dorong Penguatan Peran Pemerintah Provinsi

Hadiri Rakernas APEKSI, Gubsu Dorong Penguatan Peran Pemerintah Provinsi

Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan hingga Rp72,3 Miliar

Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan hingga Rp72,3 Miliar

HUT ke- 436 Medan, Rico Waas Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Medan Bertuah dan Tinggalkan Legasi Terbaik

HUT ke- 436 Medan, Rico Waas Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Medan Bertuah dan Tinggalkan Legasi Terbaik

Sambut HUT Kota Medan ke- 436, Rico Waas Pimpin Ziarah Makam Pahlawan dan Ajak Generasi Muda Maknai Perjuangan Masa Lalu

Sambut HUT Kota Medan ke- 436, Rico Waas Pimpin Ziarah Makam Pahlawan dan Ajak Generasi Muda Maknai Perjuangan Masa Lalu

Rico Waas Suarakan Semangat "Medan untuk Semua" di Doa Bersama Hari Bhayangkara ke- 80

Rico Waas Suarakan Semangat "Medan untuk Semua" di Doa Bersama Hari Bhayangkara ke- 80

Rico Waas Berdialog di Tengah Hujan Bersama Peserta Youth City Changers, Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan

Rico Waas Berdialog di Tengah Hujan Bersama Peserta Youth City Changers, Ajak Pemuda Jadi Agen Perubahan

Komentar
Berita Terbaru