Nezar Djoeli Soroti Spanduk untuk Rico Waas : Seperti Ada Pemain Balik Layar
Kitakini.news - Markanya spanduk di Kota Medan berpretensi negatif tentang Wali Kota Medan, Rico Waas dinilai sedikit aneh karena jumlahnya yang massif dan membutuhkan biaya cetak spanduk tidak sedikit.
Baca Juga:
Keanehan itu menurut Tokoh masyarakat Sumatera Utara, HM Nezar Djoeli membuat seakan gerakan massif mahasiswa tersebut tidak murni atau ada yang mendalangi.
"Spanduk-spanduk itu terlihat tercetak rapi, tertata masif, dan membutuhkan biaya besar, baik cetak dan memasangnya. Saya tidak yakin itu murni inisiatif adik-adik mahasiswa Cipayung Plus, ada indikasi aktor intelektualnya di balik layar yang memanfaatkan situasi ini," ujar Nezar, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, isi spanduk bukan lagi kritik kebijakan, melainkan sudah mengarah pada serangan personal terhadap wali kota. Hal itu dinilai tidak mencerminkan etika kritik yang sehat dalam demokrasi.
"Kritik seharusnya pada kebijakan dan kinerja institusi, bukan pada hal-hal personal yang bernuansa penghinaan. Ini berpotensi memecah belah masyarakat Kota Medan," tegasnya.
Nezar juga mengingatkan bahwa masa jabatan Wali Kota dan Wakil Walikota Medan, Rico Waas dan Zakkyudin saat ini belum genap satu periode, bahkan baru satu tahun berjalan.
"Menjadi walikota dan wakil walikota bukan bisa langsung revolusi ubah segala sesuatu dengan asal, perlu proses dan perencanaan dan waktu. Saya pikir publik, khususnya kalangan mahasiswa, dapat memberi ruang bagi pemerintah kota untuk bekerja sebelum menjatuhkan penilaian yang terlalu dini," ujarnya.
"Kita harus objektif. Belum genap setahun menjabat, sudah ada beberapa capaian yang patut diapresiasi, seperti pengendalian banjir berbasis lingkungan hingga peningkatan pendapatan daerah yang mulai terlihat," katanya.
Di bulan suci Ramadan, Nezar mengajak mahasiswa untuk mengedepankan cara-cara dialogis dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual seharusnya tampil dengan argumentasi dan solusi, bukan emosi dan provokasi.
"Saya minta adik-adik mahasiswa bersabar, memperkuat dialog, dan tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral," ujarnya.
Kabut Asap Lintas Wilayah Kepung Medan, Kualitas Udara Dua Kali Lipat dari Ambang Batas
Kualitas Udara Medan Dilaporkan Capai AQI 195, HMI Desak Pemko Keluarkan Imbauan Kesehatan
Wali Kota Medan Rico Waas Apresiasi Semangat Sportivitas di Turnamen HUT ke-67 Pemuda Pancasila
Wali Kota Medan Siaga Penuh Hadapi Puncak Musim Hujan, 53 Personil TRC BPBD Diterjunkan
28 Cabor Medan Ancam Mundur seperti Pertina, Desak Wali Kota Rico Turun Tangan