Mager Jadi Sesuatu yang Melenakan dan Bikin Hidup Punya Risiko Kesehatan, Ini Buktinya
Ini karena kemajuan teknologi benar-benar melenakan. Kehadiran remote televisi misalnya, bikin orang mager untuk sekadar menelan tombol pengubah chanel atau volume.
Baca Juga:
Belum lagi bila mager diartikan seperti menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk, baik ketika bekerja di depan laptop maupun bersantai atau bermain ponsel.
Melansir berbagai sumber, Minggu (12/7/2026), nyatanya kebiasaan mager itu membentuk pola hidup minim aktivitas fisik. Efeknya, meningkatkan risiko kesehatan.
Berikut beberapa risiko mager yang dapat mengintai kesehatan:
1. Meningkatkan risiko penyakit kanker
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu, seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker rahim (endometrium).
Hal ini dikuatkan dalam penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam laman NCBI yang menyebut bahwa perilaku sedentari atau kebiasaan terlalu banyak duduk terbukti meningkatkan risiko jenis kanker tersebut.
Kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan memengaruhi keseimbangan hormon, sensitivitas insulin, serta memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kanker.
2. Penyakit jantung
Kebiasaan malas bergerak juga erat kaitannya dengan risiko penyakit jantung.
Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung dan pembuluh darah bekerja kurang efisien sehingga aliran darah akan terganggu.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu penumpukan plak di arteri sehingga meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.
3. Diabetes tipe 2
Tubuh yang minim gerak juga rentan terserang penyakit diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau resistensi insulin. Imbasnya, kadar gula darah menjadi tinggi dan sulit terkontrol.
Orang dengan gaya hidup mager lebih rentan terhadap resistensi insulin sehingga memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang yang aktif secara fisik.
4. Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam arteri berada di atas normal.
Kurangnya aktivitas fisik tentu akan membuat jantung dan pembuluh darah bekerja kurang efisien dan tak terkontrol.
Sebaliknya, seseorang yang menerapkan gaya hidup aktif dan berolahraga, kebiasaan ini membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengurangi risiko hipertensi.
5. Obesitas
Tubuh akan cenderung membakar lebih sedikit kalori ketika kurang gerak dan duduk terlalu lama.
Ini karena tubuh tidak menghasilkan energi untuk otot yang tidak digunakan.
Apalagi jika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar melalui aktivitas fisik dan olahraga.
Lama-kelamaan ini akan menambah berat badan yang dapat menyebabkan penimbunan lemak hingga obesitas.
Tidak hanya Dibikin Jus, Dimakan Langsung, atau Dimasak Fajri, Air Rendaman Nanas juga Bermanfaat
Mau Awet Muda? Mereka yang Berusia 40 Tahun ke Atas Sebaiknya Hindari Makanan Ini
Masuki Usia 40 Tahun, Agnez Mo: Ini Terasa seperti Pengingat
Sakit hingga Jelang Wukuf saat Haji, Intan Nuraini: Kita Tuh Dituntut untuk Sehat
Ini Ragam Manfaat Nanas, si Buah Unik yang Bersisik dan Bermahkota