Sabtu, 10 Oktober 2026

Israel Dituding Serang UNIFIL, Prajurit Indonesia Gugur

Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Prajurit TNI
Sukri - Senin, 30 Maret 2026 20:15 WIB
Israel Dituding Serang UNIFIL, Prajurit Indonesia Gugur
istimewa
Foto Praka Farizal Rhomadhon, semasa hidup. (Foto: bangonim/Instagram)

Kitakini.news - Kabar duka menyelimuti misi penjaga perdamaian dunia. Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas. Prajurit TNI yang viral dikabarkan di media sosial bernama Praka Farizal Rhomadhon, dilaporkan gugur Senin (30/3/2026) setelah posisi mereka dihantam proyektil di wilayah selatan Lebanon, di tengah meningkatnya ketegangan bersenjata dengan Israel.

Baca Juga:

Insiden mematikan itu terjadi di kawasan Adchit al-Qusayr, salah satu titik rawan konflik. Ledakan menghantam area yang menjadi pos pasukan penjaga perdamaian, menewaskan satu personel Indonesia serta melukai sejumlah prajurit lainnya. Beberapa korban bahkan dilaporkan berada dalam kondisi serius akibat hantaman artileri.


Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Serangan lintas batas yang semakin intens membuat wilayah selatan Lebanon berubah menjadi zona berbahaya, bahkan bagi pasukan netral seperti UNIFIL.


Serangan di Tengah Zona Perang

Laporan awal menyebutkan proyektil yang menghantam posisi pasukan PBB berasal dari area pertempuran aktif. Meski penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber tembakan, insiden ini langsung memicu reaksi keras dari Indonesia.


Pemerintah menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius dan tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun. Desakan untuk investigasi menyeluruh pun disampaikan agar pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban.


PBB: Nyawa Penjaga Perdamaian Tak Boleh Jadi Taruhan

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, turut angkat suara mengecam kejadian tersebut.


"Tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat menjalankan misi perdamaian," tegasnya.


PBB menekankan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional serius, bahkan berpotensi masuk dalam ranah kejahatan perang.


Misi Berisiko Tinggi

Pasukan UNIFIL selama ini bertugas menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon–Israel, wilayah yang kerap menjadi titik panas konflik Timur Tengah. Namun dalam situasi eskalasi terbaru, posisi mereka semakin rentan.


Serangan terhadap pasukan perdamaian bukan pertama kali terjadi, tetapi insiden kali ini kembali menegaskan betapa tipisnya garis antara misi kemanusiaan dan ancaman nyata di medan konflik.


Duka Mendalam dan Tuntutan Keadilan

Kepergian prajurit TNI ini menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Indonesia dan komunitas internasional. Di balik seragam biru perdamaian, ada risiko yang kini kembali terbukti nyata.


Di tengah upaya menjaga stabilitas dunia, satu nyawa kembali gugur, menjadi pengingat bahwa perdamaian sering kali harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Sumber: The Wall Street Journal, The Australian, The Sun, Reuters/UN.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sinergitas TNI-Polri, Wakapolres Tapteng Hadiri Upacara HUT Ke-81 TNI di Makorem 023/KS

Sinergitas TNI-Polri, Wakapolres Tapteng Hadiri Upacara HUT Ke-81 TNI di Makorem 023/KS

Hari Kesaktian Pancasila di Nias Selatan, Bupati Sokhiatulo Laia Ajak Perkuat Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila di Nias Selatan, Bupati Sokhiatulo Laia Ajak Perkuat Persatuan

Kodim 0212/Tapsel Gelar Bhakti TNI AD, Salurkan Air Bersih ke Warga di Sihitang

Kodim 0212/Tapsel Gelar Bhakti TNI AD, Salurkan Air Bersih ke Warga di Sihitang

Rico Waas Bersama Pangdam I/BB dan Wagubsu Lepas 20.000 Peserta Fun Run 5K HUT ke-81 TNI di Medan

Rico Waas Bersama Pangdam I/BB dan Wagubsu Lepas 20.000 Peserta Fun Run 5K HUT ke-81 TNI di Medan

Bakamla RI Bangun SPKKL di Nias Selatan, Perkuat Pengawasan Laut Hadap Samudra Hindia

Bakamla RI Bangun SPKKL di Nias Selatan, Perkuat Pengawasan Laut Hadap Samudra Hindia

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Dandim 0201/Medan, Letkol Fernando Batubara Resmi Jabat Komandan Baru

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Dandim 0201/Medan, Letkol Fernando Batubara Resmi Jabat Komandan Baru

Komentar
Berita Terbaru