Calon Prajurit TNI Tewas Saat Pendidikan, Keluarga Minta Otopsi Korban
Kitakininews.co.id - Keluarga Genial Gavensi Gulo, calon prajurit TNI AD yang ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di belakang Markas Rindam I Bukit Barisan mendorong agar penyebab kematian korban diungkap secara terang benderang. Keluarga mengaku menaruh curiga atas kematian pemuda asal Nias Barat yang sedang mengikuti pendidikan Tamtama.
Baca Juga:
Keinginan keluarga diungkap Kari Halawa, paman korban, di sela prosesi pemberangkatan jasad ke kampung halaman usai jenazah diotopsi di RSUD Djasamen Saragih, Selasa (21/7/2026).
"Keluarga pasti curiga. Justru otopsi dilakukan karena permintaan keluarga. Makanya sebelum otopsi diminta persetujuan keluarga. Keluarga bilang otopsi aja, supaya ada hasilnya (penyebab kematian)," kata Kari kepada sejumlah awak media.
Dia menuturkan informasi yang diterima keluarga disampaikan pihak TNI tentang kepulangan pemuda 21 tahun disebabkan karena diduga bunuh diri.
"Disampaikan ke keluarga (meninggal) gantung diri," ujar dia.
Menurut keterangan yang ia peroleh dari keluarga menyebutkan korban tak ada menyampaikan masalah maupun keluhan kepada keluarga di Nias Barat. "Keluarga bilang gak ada masalah," ujar dia.
Korban ditemukan tewas di areal belakang Rindam I Bukit Barisan, tepatnya di aliran sungai kecil yang merupakan perbatasan markas Rindam dengan pemukiman warga, pada Senin, 20 Juli 2026.
Calon prajurit TNI yang sedang mengikuti pendidikan Tamtama ditemukan tak bernyawa mengenakan kaos dan celana pendek.
Dari foto-foto yang beredar menunjukkan jenazah tergantung pada sebuah pohon dengan posisi kaki tertekuk menyentuh tanah.
Jenazah lalu dievakuasi ke Ruang Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Djasamen Saragih untuk keperluan otopsi. Tindakan medis untuk mencari tau penyebab kematian dilakukan hingga malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB.
Komandan Rindam I/BB Brigjen Abdul Razak Rangkuti di sela prosesi pemberangkatan jenazah ke kampung halaman ditanyai sejumlah awak media menyatakan, jenazah korban pertama kali diketahui oleh seorang anggota TNI.
Abdul Razak menuturkan almarhum berstatus siswa yang tengah menjalani pendidikan Secata atau Sekolah Calon Tamtama. "Korban baru empat hari ikuti pendidikan," kata dia.
Mengenai penyebab kematian korban, termasuk soal kabar korban gantung diri, ia tak ingin berkomentar banyak. Menurutnya penyebab tewasnya korban sedang dalam penyelidikan pihak Polisi Militer (POM) TNI.
"Itu (penyebab kematian) sedang diperiksa. Jadi kita belum bisa jawab ya. Itu nanti POM yang jawab, mereka yang periksa," ujar dia.
Sempat Terhenti, Cathlab RSUD Djasamen Saragih Kembali Buka untuk Peserta JKN