Minggu, 04 Oktober 2026

Tia Ayu: Perubahan Perda Kesehatan Langkah Strategis Penuhi kebutuhan Masyarakat

Heru - Selasa, 10 Februari 2026 16:15 WIB
Tia Ayu: Perubahan Perda Kesehatan Langkah Strategis Penuhi kebutuhan Masyarakat
(Dok. DPRD Medan)
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra Tia Ayu Anggriani saat menyampaikan pandangan perubahan Perda Nomor 17 Tahun 2023 pada sidang paripurna DPRD Kota Medan, Selasa (10/2/2026).

Kitakini.news -Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan menilai perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan langkah strategis dalam rangka memenuhi kebutuhan riil masyarakat.

Baca Juga:

Hal itu diungkapkan Tia Ayu Anggriani (foto), ketika menyampaikan pandangan perubahan Perda Nomor 17 Tahun 2023 pada sidang paripurna DPRD Kota Medan, Selasa (10/6/2026).

Meski demikian, Fraksi Gerindra menegaskan bahwa perubahan Perda harus berdampak nyata, bukan hanya normatif-administratif, serta harus menjawab persoalan kesehatan masyarakat Kota Medan secara konkret.

"Fraksi Gerindra mengapresiasi penguatan tanggungjawab pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, pembiayaan pelayanan kesehatan tertentu, penanganan KLB dan wabah penyakit, serta jaminan universal health coverage (UHC)," ucapnya.

"Namun Fraksi Gerindra mengingatkan bahwa perlu kejelasan kesiapan fiskal daerah, agar norma tanggung jawab tersebut tidak menjadi beban APBD Kota Medan di kemudian hari. Untuk ini kami mohon tanggapan Wali Kota Medan," tambah Tia.

Terkait akses dan pelayanan kesehatan

Fraksi Gerindra mencatat beberapa poin yang perlu diperhatikan, di antaranya:larangan penolakan pasien gawat darurat, penghapusan uang muka, akses bagi penyandang disabilitas, serta pelayanan lintas batas daerah.

"Ini adalah langkah yang positif. Akan tetapi, pengawasan implementasi di lapangan harus diperjelas, agar ketentuan tersebut tidak hanya bersifat deklaratif," ujar Tia.

Meskipun Kota Medan memiliki fasilitas kesehatan yang relatif banyak, lanjut Politikus muda Partai Gerindra ini, masih ditemukan penolakan pasien dengan alasan kamar penuh, antrian panjang di RSUD dan Puskesmas, ketimpangan kualitas layanan antara wilayah pusat kota dan pinggiran, keluhan diskriminasi pelayanan terhadap pasien BPJS.

"Hal ini menunjukkan bahwa akses belum sepenuhnya adil dan merata, serta kualitas pelayanan belum konsisten," tegas Tia, sembari meminta perhatian dari Wali Kota Medan.(**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Ihwan Ritonga Dukung Prabowo, Rumah Sakit Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum

Ihwan Ritonga Minta Satgas Pangan Tindak Pengusaha Nakal Pemicu Lonjakan Harga Ayam

Ihwan Ritonga Minta Satgas Pangan Tindak Pengusaha Nakal Pemicu Lonjakan Harga Ayam

Jangan Rugikan Masyarakat, Ihwan Ritonga: Pendataan Desil Harus Diperbarui

Jangan Rugikan Masyarakat, Ihwan Ritonga: Pendataan Desil Harus Diperbarui

Tegang saat Sunat di Usia 24 Tahun, Willie Salim: Alhamdulillah, Udah Bisa Jalan

Tegang saat Sunat di Usia 24 Tahun, Willie Salim: Alhamdulillah, Udah Bisa Jalan

Menemukan Harmoni dan Ketenangan Jiwa Lewat Ayunan Lembut Tai Chi

Menemukan Harmoni dan Ketenangan Jiwa Lewat Ayunan Lembut Tai Chi

Rapat Paripurna DPRD Nias Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

Rapat Paripurna DPRD Nias Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

Komentar
Berita Terbaru