Warga Ujung Batu IV Desak Kades Berhenti Permanen
Kitakini.news -Masyarakat Desa Ujung Batu IV, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara (Sumut) kembali mendesak agar oknum Kepala Desa Ujung Batu IV diberhentikan secara permanen.
Baca Juga:
Dalam orasinya, masyarakat Ujung Batu IV kesal dengan adanya kalimat hanya sekelompok orang yang menolak kepemimpinan Elvi sutianti sebagai Kades.
"Warga sudah tidak mentoleransi sikap oknum kepala desa yang menjadikan warga seperti "Sapi Perah".yang hanya mengambil keuntungan pribadi di desa Ujung Batu IV," beber Mara Iman Rambe.
Kemudian, lanjutnya, masyarakat meminta Bupati agar secepatnya menyahuti keinginan masyarakat yang sudah tidak percaya kepada kades Ujung Batu IVyang di anggap selalu membuat onar membenturkan warga, dan di nilai bukan sebagai pelindung serta bukan untuk memajukan desa.
"Warga berharap agar persoalan terkait dugaan korupsi segera di proses pihak Kejaksaan Palas, sebagian besar masyarakat desa berharap harga mati untuk menonaktifkan secara permanen Kades Ujungbl Batu IV karena dugaan kasus korupsi, masyarakat sudah muak dan bosan jenuh dengan cara kepemimpinan yang tidak profesional," terangnya.Ia menambahkan, selain itu tuntutan warga adalah diaktifkan kembali pengurus BPD yang lama serta melaporkan kepada aparat penegak hukum orang yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan BPD serta menggunakan stempel BPD tanpa hak.
Pada aksi tersebut, Oknum kades Ujung Batu IV tidak menyahuti dan tidak memberikan tanggapan seputar orasi warga ke rumahnya.
Tampak terlihat, masyarakat yang dihadiri ratusan orang diperkirakan mencapai kurang lebih 500 orang dari tokoh masyarakat tokoh pemuda ibu ibu pengajian hadir dengan orasi tertib tanpa ada anarkis hingga massa membubarkan diri. (**)
Bobby Siap Jembatani Aspirasi Ojol ke DPR RI
DPRD Sumut Terima Aspirasi Ojol, Subandi Janji Perjuangkan Potongan Aplikasi 8 Persen
Gaungkan 10 Tuntutan, SEMA Unimed Unjuk Rasa di DPRD Sumut
Serikat Buruh Unjuk Rasa di Kanwil DJP Sumut di Siantar
FA BEM Sumut: Tata Kelola Listrik Nasional Semakin Beratkan Rakyat