Selasa, 28 Juli 2026

Ratusan Mahasiswa Nomensen Serukan Tolak MBG

Heru - Senin, 22 Juni 2026 17:10 WIB
Ratusan Mahasiswa Nomensen Serukan Tolak MBG
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Ratusan mahasiswa Universitas Nomensen berunjukrasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (22/6/2026).

Kitakini.news - Seratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mendesak pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Aksi yang mendapat pengawalan ketat personel Brimob dan Polrestabes Medan itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Imam Bonjol dialihkan untuk sementara waktu. Massa datang dari arah Jalan Balai Kota sambil membawa spanduk, poster dan pengeras suara.


Juru bicara aksi Universitas HKBP Nommensen, Andro Siahaan, dalam orasinya menyoroti keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan alasan penempatan aparat keamanan dalam sejumlah posisi yang berkaitan dengan program tersebut.

"Kami mempertanyakan mengapa banyak jabatan yang berkaitan dengan MBG diisi unsur TNI dan Polri. Apa kompetensi mereka dalam bidang gizi, pangan dan pendidikan? Program seperti ini seharusnya dikelola oleh tenaga yang memiliki keahlian sesuai bidangnya," terang Andro.

Ia juga menyoroti keterlibatan sejumlah anggota legislatif dalam program MBG. DPR dan DPRD seharusnya lebih mengedepankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara agar program yang dijalankan benar-benar transparan dan akuntabel.


Dalam kesempatan itu, mahasiswa turut membantah tudingan yang menyebut aksi penolakan MBG sebagai aksi bayaran. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Massa membawa enam tuntutan utama, yakni menurunkan harga BBM dan sembako, membubarkan Badan Gizi Nasional (BGN), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menutup Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), mengembalikan fungsi TNI-Polri sesuai tugas pokok dan fungsinya, serta mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset.

Aksi berlangsung tertib hingga sore hari. Mahasiswa meminta DPRD Sumut menerima aspirasi mereka dan meneruskannya kepada pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang menjadi tuntutan dalam demonstrasi tersebut. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

Rony Reynaldo: Walk Out Gubernur Sumut Merupakan Hak Politik Yang Wajar Dalam Dinamika Demokrasi

Walkout Bobby Nasution di Paripurna, Ihwan Ritonga: Bukan Bentuk Arogansi

Walkout Bobby Nasution di Paripurna, Ihwan Ritonga: Bukan Bentuk Arogansi

Mangapul Soroti Bobby Walkout di Paripurna

Mangapul Soroti Bobby Walkout di Paripurna

Berprofesi sebagai DJ, Mahasiswa Farmasi Ditangkap Edarkan 488 Vape Narkoba

Berprofesi sebagai DJ, Mahasiswa Farmasi Ditangkap Edarkan 488 Vape Narkoba

INALUM Buka Magang 2026 untuk Mahasiswa: Cek Syarat, Cara Daftar, dan Jadwalnya!

INALUM Buka Magang 2026 untuk Mahasiswa: Cek Syarat, Cara Daftar, dan Jadwalnya!

Pengunjung PRSU Sepi, Rudi Alfahri: Publikasi Bagus, Tapi Tak Sesuai Fakta di Lapangan

Pengunjung PRSU Sepi, Rudi Alfahri: Publikasi Bagus, Tapi Tak Sesuai Fakta di Lapangan

Komentar
Berita Terbaru