Rabu, 15 Juli 2026

Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026

Heru - Rabu, 15 Juli 2026 15:33 WIB
Pendapatan RS Haji Medan Tumbuh Signifikan, Targetkan Rp203 Miliar di 2026
(Kitakininews/Heru Soesilo)
Rumah Sakit Haji Sumatera Utara melakukan Konferensi Pers terkait Program Universal Health Coverage di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Kota Medan, Rabu (15/7/2026).

Kitakininews.co.id - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam empat tahun terakhir sejak menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kinerja positif tersebut mendorong manajemen menargetkan pendapatan sebesar Rp203 Miliar pada tahun 2020.

Baca Juga:

Wakil Direktur Keuangan RSU Haji Medan Fakhrial Mirwan Hasibuan mengatakan pendapatan rumah sakit terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2022, pendapatan tercatat sebesar Rp74 Miliar, kemudian naik menjadi Rp93 Miliar pada 2023. Tren tersebut berlanjut pada 2024 dengan pendapatan mencapai Rp132 Miliar dan meningkat lagi menjadi Rp176 Miliar pada 2025.

"Artinya pendapatan RS Haji Medan tumbuh cukup baik. Kami menargetkan pada tahun 2026 ini pendapatan bisa mencapai Rp203 Miliar," ujar Fakhrial.

Hingga Juni 2026, RSU Haji Medan telah membukukan pendapatan sebesar Rp114 Miliar atau sekitar 56 persen dari target pendapatan tahun ini.

Menurut Fakhrial, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang difokuskan pada belanja investasi, seperti renovasi gedung dan pengembangan sarana rumah sakit. Investasi tersebut dinilai mampu mendorong terciptanya sumber-sumber pendapatan baru.

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman Nasution menjelaskan, penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD juga membawa perubahan besar terhadap struktur pembiayaan rumah sakit.

Ketergantungan terhadap APBD untuk membiayai operasional kini berkurang secara signifikan, sehingga anggaran pemerintah dapat lebih difokuskan pada pengembangan fasilitas dan investasi.

"Dengan fleksibilitasnya, APBD murni untuk RS Haji itu jauh berubah. Yang semula harus dibiayai semuanya, sekarang paling sekitar 20 persen saja. Dulu, 60 sampai 70 persen APBD digunakan untuk mengoperasionalkan RS ini. Sekarang 20 persen itu pun dialokasikan untuk belanja investasi," ujar Ridesman.

Penerapan pola pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemandirian operasional RSU Haji Medan.

Dengan dukungan investasi yang berkelanjutan dan pertumbuhan pendapatan yang konsisten, rumah sakit optimistis mampu memperkuat kualitas layanan sekaligus mencapai target pendapatan sebesar Rp203 Miliar pada 2026. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tinjau Pendidikan, Infrastruktur, dan Kesehatan. Bobby Berkantor di Pulau Nias

Tinjau Pendidikan, Infrastruktur, dan Kesehatan. Bobby Berkantor di Pulau Nias

Sempat Terhenti, Cathlab RSUD Djasamen Saragih Kembali Buka untuk Peserta JKN

Sempat Terhenti, Cathlab RSUD Djasamen Saragih Kembali Buka untuk Peserta JKN

BAMPERSU Dukung Langkah Kejari Medan Bongkar Dugaan Korupsi BLUD RSUD dr. Pirngadi

BAMPERSU Dukung Langkah Kejari Medan Bongkar Dugaan Korupsi BLUD RSUD dr. Pirngadi

Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai

Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai

Beraktivitas Pakai Kursi Roda, Tio Pakusadewo Tunggu Operasi Katup Jantung

Beraktivitas Pakai Kursi Roda, Tio Pakusadewo Tunggu Operasi Katup Jantung

Sambut HUT 80 Bhayangkara, Polda Sumut Gelar Donor Darah

Sambut HUT 80 Bhayangkara, Polda Sumut Gelar Donor Darah

Komentar
Berita Terbaru