Rabu, 22 Juli 2026

Bukan Sekadar Modal, Pendampingan Jadi Kunci Rumah Zakat Entaskan Kemiskinan UMKM Medan

Siti Amelia - Rabu, 22 Juli 2026 17:28 WIB
Bukan Sekadar Modal, Pendampingan Jadi Kunci Rumah Zakat Entaskan Kemiskinan UMKM Medan
dokumentasi rumah zakat
Tim Rumah Zakat saat menyalurkan bantuan Dana Infak ke UMKM.

Kitakininews.co.id - Bantuan modal finansial kerap tak cukup untuk membuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertahan di tengah himpitan ekonomi perkotaan. Menyadari hal tersebut, lembaga amil zakat nasional Rumah Zakat Medan menerapkan strategi pemberdayaan terpadu melalui pendampingan berkelanjutan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Medan.

Baca Juga:

Melalui program khusus bertajuk Keluar Garis Kemiskinan (KGK), Rumah Zakat Medan tidak hanya menyalurkan bantuan sarana usaha, tetapi juga menerjunkan pendamping untuk memastikan bisnis penerima manfaat dapat tumbuh konsisten.

Dua pelaku usaha kecil di Medan menjadi penerima manfaat program ini, yakni Sumarlan yang berprofesi sebagai pedagang roti bakar dan burger keliling, serta Yeni Dahliani, seorang perajin kue basah.

Program Leader Rumah Zakat Medan, Tondini, menjelaskan bahwa kunci keberlanjutan program pengentasan kemiskinan terletak pada edukasi tata kelola usaha. Tanpa pendampingan manajerial dan literasi keuangan, bantuan modal berisiko habis tanpa bekas.

"Kami percaya bantuan yang disertai pendampingan akan memberikan dampak yang jauh lebih berkelanjutan. Pendampingan difokuskan untuk membantu penerima manfaat mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga membuka akses pasar yang lebih luas," ujar Tondini di Medan, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan, target akhir dari program KGK adalah mentransformasi para penerima manfaat (mustahik) agar kapabilitas ekonominya meningkat secara bertahap hingga menjadi keluarga yang mandiri (munfiq/muzakki).

Bagi Sumarlan, intervensi berupa sarana usaha dan motivasi kewirausahaan memberikan suntikan semangat baru untuk membesarkan bisnis roti bakar kelilingnya di tengah persaingan ekonomi kota yang makin ketat.

"Bantuan dan arahan ini bukan hanya membantu operasional harian, tetapi juga jadi pelecut motivasi saya untuk bekerja lebih keras dan tidak gampang menyerah," kata Sumarlan.

Nada optimistis senada disampaikan Yeni Dahliani. Pelaku usaha kue basah ini berharap bimbingan yang diterimanya mampu mendongkrak omzet penjualan harian, sehingga dapat menopang kebutuhan serta kesejahteraan keluarganya secara signifikan.

Program Keluar Garis Kemiskinan (KGK) menjadi salah satu pilar utama Rumah Zakat Medan dalam mengurai benang kusut kemiskinan di sektor informal.

Melalui kombinasi bantuan alat usaha, literasi keuangan dasar, dan penguatan mental kewirausahaan, Rumah Zakat optimistis makin banyak keluarga pra-sejahtera di Kota Medan yang mampu keluar secara mandiri dari jerat kemiskinan ekstrem.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Fraksi PAN DPRD Sumut Terima LKPj 2025 Dengan Catatan Kritis

Fraksi PAN DPRD Sumut Terima LKPj 2025 Dengan Catatan Kritis

F-PKS Semprot Kinerja APBD Sumut 2025, WTP Bukan Ukuran Keberhasilan Pembangunan

F-PKS Semprot Kinerja APBD Sumut 2025, WTP Bukan Ukuran Keberhasilan Pembangunan

Keren! Event HUT Kota Medan Sukses Cetak Omzet UMKM Rp1,18 Miliar

Keren! Event HUT Kota Medan Sukses Cetak Omzet UMKM Rp1,18 Miliar

Strategi Bank Indonesia Dorong UMKM Sumatera Utara Tembus Pasar Global

Strategi Bank Indonesia Dorong UMKM Sumatera Utara Tembus Pasar Global

Apresiasi Pembangunan Jalan Sipiongot, Aswin Parinduri Ingatkan Pentingnya Kualitas

Apresiasi Pembangunan Jalan Sipiongot, Aswin Parinduri Ingatkan Pentingnya Kualitas

Tak Hanya Liputan, Persatuan Wartawan Pemko Medan Unjuk Gigi di Bazar UMKM APEKSI 2026

Tak Hanya Liputan, Persatuan Wartawan Pemko Medan Unjuk Gigi di Bazar UMKM APEKSI 2026

Komentar
Berita Terbaru