Sabtu, 05 September 2026

Bukan Sekadar Modal, Pendampingan Jadi Kunci Rumah Zakat Entaskan Kemiskinan UMKM Medan

Siti Amelia - Rabu, 22 Juli 2026 17:28 WIB
Bukan Sekadar Modal, Pendampingan Jadi Kunci Rumah Zakat Entaskan Kemiskinan UMKM Medan
dokumentasi rumah zakat
Tim Rumah Zakat saat menyalurkan bantuan Dana Infak ke UMKM.

Kitakininews.co.id - Bantuan modal finansial kerap tak cukup untuk membuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bertahan di tengah himpitan ekonomi perkotaan. Menyadari hal tersebut, lembaga amil zakat nasional Rumah Zakat Medan menerapkan strategi pemberdayaan terpadu melalui pendampingan berkelanjutan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Medan.

Baca Juga:

Melalui program khusus bertajuk Keluar Garis Kemiskinan (KGK), Rumah Zakat Medan tidak hanya menyalurkan bantuan sarana usaha, tetapi juga menerjunkan pendamping untuk memastikan bisnis penerima manfaat dapat tumbuh konsisten.

Dua pelaku usaha kecil di Medan menjadi penerima manfaat program ini, yakni Sumarlan yang berprofesi sebagai pedagang roti bakar dan burger keliling, serta Yeni Dahliani, seorang perajin kue basah.

Program Leader Rumah Zakat Medan, Tondini, menjelaskan bahwa kunci keberlanjutan program pengentasan kemiskinan terletak pada edukasi tata kelola usaha. Tanpa pendampingan manajerial dan literasi keuangan, bantuan modal berisiko habis tanpa bekas.

"Kami percaya bantuan yang disertai pendampingan akan memberikan dampak yang jauh lebih berkelanjutan. Pendampingan difokuskan untuk membantu penerima manfaat mengelola usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga membuka akses pasar yang lebih luas," ujar Tondini di Medan, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan, target akhir dari program KGK adalah mentransformasi para penerima manfaat (mustahik) agar kapabilitas ekonominya meningkat secara bertahap hingga menjadi keluarga yang mandiri (munfiq/muzakki).

Bagi Sumarlan, intervensi berupa sarana usaha dan motivasi kewirausahaan memberikan suntikan semangat baru untuk membesarkan bisnis roti bakar kelilingnya di tengah persaingan ekonomi kota yang makin ketat.

"Bantuan dan arahan ini bukan hanya membantu operasional harian, tetapi juga jadi pelecut motivasi saya untuk bekerja lebih keras dan tidak gampang menyerah," kata Sumarlan.

Nada optimistis senada disampaikan Yeni Dahliani. Pelaku usaha kue basah ini berharap bimbingan yang diterimanya mampu mendongkrak omzet penjualan harian, sehingga dapat menopang kebutuhan serta kesejahteraan keluarganya secara signifikan.

Program Keluar Garis Kemiskinan (KGK) menjadi salah satu pilar utama Rumah Zakat Medan dalam mengurai benang kusut kemiskinan di sektor informal.

Melalui kombinasi bantuan alat usaha, literasi keuangan dasar, dan penguatan mental kewirausahaan, Rumah Zakat optimistis makin banyak keluarga pra-sejahtera di Kota Medan yang mampu keluar secara mandiri dari jerat kemiskinan ekstrem.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PDI Perjuangan Sumut Rampungkan Bantuan Tahap Pertama ke Karo

PDI Perjuangan Sumut Rampungkan Bantuan Tahap Pertama ke Karo

Gallery Mustika Deli Dongkrak UMKM Medan, Omzet Tembus Rp509,9 Juta

Gallery Mustika Deli Dongkrak UMKM Medan, Omzet Tembus Rp509,9 Juta

Rico Waas Dorong Pembiayaan PNM Jadi Mesin Penggerak Usaha Ultra Mikro

Rico Waas Dorong Pembiayaan PNM Jadi Mesin Penggerak Usaha Ultra Mikro

Bukan Cuma Bangun Sarana Fisik, Pemko Medan Dorong Warga Bangkit Lewat Digitalisasi Ekonomi

Bukan Cuma Bangun Sarana Fisik, Pemko Medan Dorong Warga Bangkit Lewat Digitalisasi Ekonomi

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

Tangis Ayah di Rumah Aspirasi Sofyan Tan, Data Desil Tinggi Ancam Mimpi Anak Kuliah

Pastikan Mualaf Tidak Berjalan Sendirian, Rumah Zakat Gulirkan Pendampingan Berkelanjutan di Tapteng

Pastikan Mualaf Tidak Berjalan Sendirian, Rumah Zakat Gulirkan Pendampingan Berkelanjutan di Tapteng

Komentar
Berita Terbaru