Pratu Rizki Kurniawan Gugur dalam Baku Tembak OPM di Hari Kemerdekaan
Insiden tersebut terjadi tepat pada hari ketika masyarakat Indonesia memperingati kemerdekaan. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari sejumlah sumber, kontak tembak berlangsung sekitar pukul 08.12 WIT.
Baca Juga:
Serangan menyasar Pos Yonif 133/Yudha Sakti dan Koramil Jila. Kelompok bersenjata dilaporkan melakukan serangan dari tiga arah sebelum prajurit TNI memberikan tembakan balasan.
Dalam peristiwa itu, tiga personel Yonif 133/YS menjadi korban. Pratu Rizki Kurniawan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian kepala. Sementara dua prajurit lainnya, Pratu Y. Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, mengalami luka tembak dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto membenarkan terjadinya kontak tembak tersebut. Ia menyebut insiden melibatkan personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pengamanan Objek Vital Yonif 133/YS dengan kelompok bersenjata yang disebut berasal dari Kodap III Puncak.
"Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak diduga dipimpin Pemne Kogoya," kata Tri Purwanto, seperti dikutip dari laporan media yang mengacu pada keterangan TNI.
Nama Pratu Rizki Kurniawan muncul dalam laporan terbaru mengenai korban tewas dalam kontak tembak tersebut. Ia merupakan salah satu dari tiga personel Yonif 133/YS yang terkena tembakan dalam serangan di Jila.
Laporan yang dipublikasikan pada Senin siang menyebut Rizki mengalami luka tembak di kepala dan tidak berhasil diselamatkan. Dua rekannya, Pratu Y. Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, masing-masing mengalami luka di bagian pinggang dan lengan.
Hingga laporan terbaru yang tersedia, belum banyak informasi resmi yang dipublikasikan mengenai latar belakang Pratu Rizki Kurniawan, termasuk asal satuan sebelumnya, daerah asal, maupun riwayat penugasannya. Karena itu, informasi mengenai identitas pribadinya perlu menunggu keterangan resmi TNI agar tidak terjadi kekeliruan.
Keterangan resmi yang telah disampaikan TNI sejauh ini berfokus pada kronologi kontak tembak, kondisi korban, proses evakuasi, serta langkah pengamanan setelah serangan.
Dua Prajurit Masih Mendapat Perawatan
Selain Rizki yang gugur, dua prajurit lainnya masih menjalani penanganan medis. Pratu Y. Pasaribu dilaporkan mengalami luka tembak di bagian pinggang, sedangkan Pratu Kiki Febrio terkena tembakan pada bagian lengan. Keduanya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.
Kapendam XVII/Cenderawasih mengatakan proses evakuasi korban terus dilakukan. Aparat juga meningkatkan pengamanan di wilayah Jila untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan susulan.
"Kontak tembak prajurit TNI dengan KKB dari Kodap III Ndugama mengakibatkan tiga prajurit terluka dan salah satunya gugur. Evakuasi para korban saat ini sedang dilakukan," ujar Tri Purwanto kepada mengutip Antara.
Setelah kontak tembak, aparat gabungan TNI dan Polri meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi. Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak menyebut kondisi di sekitar Jila masih mendapat perhatian serius. Pos TNI berada tidak jauh dari Polsek Jila sehingga personel kepolisian turut meningkatkan penjagaan.
"Situasi masih mencekam. Memang lokasinya berdekatan dengan Polsek. Anggota sedang berjaga-jaga di sana," ujar Alfredo, sebagaimana dikutip dalam laporan media yang memuat keterangannya.
Aparat gabungan juga melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Pengamanan diperketat untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan berikutnya.
Peristiwa di Jila menjadi salah satu insiden keamanan yang terjadi di Papua Tengah bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pada hari yang sama, aparat TNI di wilayah Papua juga melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati kemerdekaan. Di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, prajurit Koops TNI Habema bahkan menggelar upacara pengibaran Merah Putih.
Namun, di Jila, suasana peringatan kemerdekaan justru diwarnai kontak senjata yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak TNI.
Kontak Senjata Terpisah di Kabupaten Puncak
Insiden Jila juga terjadi dalam rangkaian ketegangan bersenjata di Papua Tengah. Sehari sebelumnya, Minggu (16/8/2026), TNI terlibat kontak senjata dengan kelompok yang disebut sebagai OPM di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak.
Dalam peristiwa tersebut, TNI menyatakan tiga anggota OPM tewas dan delapan pucuk senjata api beserta amunisi diamankan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan pasukannya awalnya melakukan patroli dan pengejaran. Menurut keterangannya, prajurit sempat meminta kelompok tersebut menyerahkan diri sebelum terjadi penembakan.
"Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami," kata Lucky Avianto.
Lucky menyatakan tindakan aparat dilakukan sesuai aturan pelibatan yang berlaku. Ia juga menyerukan agar anggota kelompok bersenjata menghentikan perlawanan dan menyerahkan diri demi terciptanya keamanan di Papua.
Gugurnya Pratu Rizki Kurniawan menambah daftar prajurit TNI yang kehilangan nyawa dalam konflik bersenjata di Papua.
Kabar tersebut sekaligus menjadi duka bagi keluarga, rekan-rekan satuan, dan institusi TNI. Di tengah momentum peringatan kemerdekaan, pengorbanan seorang prajurit kembali menjadi bagian dari catatan panjang konflik keamanan di Papua.
Untuk saat ini, TNI masih melakukan penanganan terhadap korban, pengamanan wilayah, serta penyelidikan lebih lanjut mengenai serangan di Jila. Informasi mengenai identitas lengkap Pratu Rizki Kurniawan dan proses pemulangan jenazahnya masih menunggu keterangan resmi berikutnya dari TNI.
Fakta yang telah terkonfirmasi hingga Senin (17/8/2026) adalah: Pratu Rizki Kurniawan gugur setelah terkena tembakan di kepala dalam kontak tembak di Distrik Jila, sementara dua prajurit lainnya, Pratu Y. Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, mengalami luka.
Sumber: Sumeks, RCTI, Suara Papua, Antara
Jemput Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari, Bobby Siapkan Extra Flight
Adhyaksa FC ke Super Leagur Usai Bungkam Persipura di Papua
Tiga Buah Khas Papua yang Eksis tapi Jarang Terekspos, Pernah Coba?
KKB Menembaki Rombongan Kapolda Papua Tengah, AKP Hardiman Sirait Terserempet Peluru
Bangun Sekolah di Papua, Bobon Jual Aset di Jimbaran Bali