Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus
Kitakininews.co.id -Padang : Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu (10 Oktober 2026), menyebabkan ratusan warga meninggalkan rumah dan sejumlah permukiman terendam. Berdasarkan laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 672 jiwa mengungsi di Kecamatan Kuranji, sementara sekitar 120 rumah terdampak banjir yang meluas ke tiga kecamatan.
Baca Juga:
Selain merendam permukiman, banjir juga mengakibatkan kerusakan rumah warga dan memutus akses jalan di sekitar fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kawasan Guo, Kecamatan Kuranji.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat hingga Minggu (11 Oktober 2026) pukul 03.34 WIB, banjir belum sepenuhnya surut.
"Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji," kata Berton dalam keterangan resminya, Minggu (11 Oktober 2026).
Menurutnya, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, yang mencakup enam kelurahan, yakni Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Ratusan warga yang mengungsi di Kecamatan Kuranji tersebar di tiga titik. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa menempati Musala Ar Ridwan Kampung Tangah, sedangkan 55 jiwa lainnya berlindung di Warung Jembatan Guo.
BNPB menegaskan bahwa angka warga terdampak dan pengungsi tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan pemutakhiran terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Padang pada Sabtu (10 Oktober 2026). Berdasarkan data Pos Curah Hujan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin, curah hujan dilaporkan mencapai 112 milimeter dalam enam jam.
Guyuran hujan yang berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB meningkatkan debit sejumlah sungai, termasuk aliran Batang Air Dingin di Kecamatan Koto Tangah. Luapan air kemudian merambah kawasan permukiman, sementara kerusakan tanggul turut memperparah dampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa laporan awal banjir diterima dari kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, sekitar pukul 12.52 WIB. Genangan kemudian meluas ke sejumlah kawasan lain seiring meningkatnya debit air.
Di Kecamatan Koto Tangah, luapan Sungai Lubuk Minturun merendam permukiman warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto. Derasnya arus membuat sejumlah warga terjebak di rumah dan membutuhkan bantuan penyelamatan.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang melibatkan Basarnas Padang, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait dikerahkan untuk menjangkau warga. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan peralatan penyelamatan, termasuk tali pengaman, karena kondisi arus cukup kuat.
Berdasarkan perkembangan penanganan yang disampaikan BNPB, sebanyak 238 jiwa telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari kawasan terdampak.
Selain korban terdampak dan pengungsi, banjir juga menimbulkan kerusakan bangunan. Data sementara mencatat satu rumah mengalami kerusakan berat dan empat rumah rusak sedang, sementara sekitar 120 rumah terdampak genangan.
Terputusnya akses jalan di sekitar PDAM Guo menjadi perhatian petugas karena mengganggu mobilitas warga dan berpotensi menghambat distribusi bantuan ke kawasan terdampak.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, sebelumnya menginstruksikan pengerahan Tim Reaksi Cepat gabungan untuk mempercepat evakuasi warga di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.
Melalui keterangan resmi Pemerintah Kota Padang, Fadly menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas penanganan darurat. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk membantu penyelamatan warga yang berada di lokasi sulit dijangkau.
Penanganan banjir melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, relawan, serta masyarakat.
Di tengah proses evakuasi, bantuan logistik mulai didistribusikan kepada pengungsi. Berdasarkan data penanganan darurat, Bank Nagari bersama Bagian Umum Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan makanan siap saji sebanyak 500 bungkus nasi.
Sementara itu, BPBD Kota Padang menyalurkan 100 selimut untuk memenuhi kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
Dinas Sosial Kota Padang turut menyalurkan bantuan berupa 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket kebutuhan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 kasur bagi warga terdampak.
Secara terpisah, Pemerintah Kota Padang juga melaporkan penyaluran 400 paket nasi bungkus dari Bank Nagari pada Sabtu malam. Bantuan tersebut didistribusikan sebanyak 250 paket ke kawasan Kampung Apa dan Lumin Park di Kecamatan Koto Tangah, serta 150 paket ke Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji.
Penyaluran bantuan tersebut melibatkan Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, serta Pemimpin Cabang Bank Nagari Cabang Pasar Raya Padang Hendri Gozari.
Hendri Zulviton menyampaikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara terpadu bersama petugas BPBD untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat di lokasi pengungsian dapat terpenuhi.
Sementara itu, pemantauan debit sungai, pendataan kerusakan, dan pembersihan material lumpur terus dilakukan di sejumlah kawasan yang mulai mengalami penurunan genangan.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai maupun kawasan rawan banjir untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari aliran air deras, serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi lanjutan.
Diguyur Hujan Deras, Pemukiman Warga di Kota Padang Terendam Banjir Hingga 80 Cm
Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi
13.702 Keluarga Telah Menerima Bantuan Pasca Bencana Sumut
Manfaatkan Warisan Pandemi, PGN Alihfungsikan Tabung Oksigen untuk Pemuihan Pascabencana
Pemprovsu dan BKN Percepat Pemulihan Arsip ASN Terdampak Bencana