Rabu, 14 Oktober 2026

Korban Tenggelam di Pemandian Alam Simalungun Ditemukan Meninggal Dunia

Azzaren - Senin, 14 September 2026 18:00 WIB
Korban Tenggelam di Pemandian Alam Simalungun Ditemukan Meninggal Dunia
Teks foto : Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban di dasar sungai dengan ke dalaman sekitar 10 meter pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.20 WIB. (Isti)

Kitakininews.co.id -Tim SAR gabungan menemukan korban tenggelam di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter.

Baca Juga:

Korban diketahui bernama Mahyar (25). Dia sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berada di lokasi pemandian tersebut pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban awalnya menyelam secara manual ke dasar sungai. Korban disebut hendak membuka tali buoy yang berada di dasar perairan.

"Setelah beberapa menit korban tidak kunjung kembali ke permukaan. Warga yang berada di lokasi kemudian melakukan pencarian awal dan melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center Emergency 115 Basarnas," kata Hery dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Tim Rescue Pos SAR Danau Toba langsung bergerak menuju lokasi.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Raya Kahean, pemerintah setempat, keluarga korban, potensi SAR, dan masyarakat untuk menentukan metode pencarian.

Pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian menggunakan alat deteksi bawah air Aqua Eye, kemudian dilanjutkan dengan penyelaman.

Sementara SRU 2 melakukan penyisiran darat di sekitar lokasi hingga ke arah hilir sungai sejauh sekitar 100 meter.

"Setelah dilakukan pendeteksian menggunakan Aqua Eye dan penyelaman di lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban, pada pukul 23.40 WIB Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban di dasar sungai dengan ke dalaman sekitar 10 meter," ujar Hery.

Korban kemudian berhasil dievakuasi dari dasar sungai pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 00.20 WIB. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Hery mengatakan keberhasilan operasi SAR tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat.

"Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, selanjutnya korban kami serahkan kepada pihak keluarga. Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing," katanya.

Dalam operasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Pos SAR Danau Toba mengerahkan enam personel. Mereka didukung personel Polsek Raya Kahean, pemerintah setempat, potensi SAR, masyarakat, dan keluarga korban.

Sejumlah peralatan digunakan dalam pencarian, di antaranya satu unit Rescue Car Double Cabin, Aqua Eye, peralatan komunikasi, medis, selam, kantong mayat, serta alat pelindung diri (APD).

Petugas menghadapi sejumlah kendala selama pencarian, terutama kondisi lubuk sungai yang cukup dalam serta pencarian yang dilakukan pada malam hari.

Keterbatasan penerangan dan jarak pandang membuat proses pencarian membutuhkan kewaspadaan dan penerapan prosedur keselamatan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun kawasan pemandian alam.

Warga diminta memperhatikan kondisi perairan, kedalaman, dan arus sungai serta tidak melakukan penyelaman tanpa perlengkapan keselamatan dan kemampuan yang memadai.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa melalui Emergency Call Basarnas 115 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas SAR.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Geger, Warga Temukan Pria di Pijorkoling Meninggal Dunia Dalam Rumah

Geger, Warga Temukan Pria di Pijorkoling Meninggal Dunia Dalam Rumah

Warga Angkola Muaratais Temukan Anak Perempuan 6 Tahun Meninggal di Dalam Sumur

Warga Angkola Muaratais Temukan Anak Perempuan 6 Tahun Meninggal di Dalam Sumur

Baru Beberapa Hari Kerja di Kafe, Wanita Asal Padangsidimpuan Ditemukan Meninggal di Tapteng

Baru Beberapa Hari Kerja di Kafe, Wanita Asal Padangsidimpuan Ditemukan Meninggal di Tapteng

Seorang Pria di Angkola Sangkunur Tewas Tergantung

Seorang Pria di Angkola Sangkunur Tewas Tergantung

Wartawan Terpapar Gas Air Mata di Demo Pati Drop, Sempat Dikira Meninggal Dunia

Wartawan Terpapar Gas Air Mata di Demo Pati Drop, Sempat Dikira Meninggal Dunia

Korban Gempa Myanmar Hari Ini Lebih 1000 Orang Meninggal dan Ribuan Lainnya Terluka

Korban Gempa Myanmar Hari Ini Lebih 1000 Orang Meninggal dan Ribuan Lainnya Terluka

Komentar
Berita Terbaru