Senin, 26 Oktober 2026

Cafe Disabilitas Ruang Setara, Meracik Kopi dengan Semangat Inklusivitas di Pekanbaru

Azzaren - Senin, 26 Oktober 2026 16:43 WIB
Cafe Disabilitas Ruang Setara, Meracik Kopi dengan Semangat Inklusivitas di Pekanbaru
Teks foto : Dua diantara 4 barsita di café Setara, merupakan penyandang tuna rungu. (Aank)

Kitakininews.co.id -Provinsi Riau dikenal sebagai salah satu daerah penting dalam sejarah industri minyak di Indonesia. Di tengah geliat industri minyak dan perkembangan Kota Pekanbaru, ada cerita lain yang tak kalah penting.

Baca Juga:

Pekanbaru tumbuh menjadi kota yang semakin ramai dan dinamis. Namun, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh bersama perkembangan tersebut.

Tentang penyandang disabilitas yang masih menghadapi tantangan untuk mendapatkan kesempatan kerja. Adalah sebuah cafe inklusif hadir di sudut Kota Pekanbaru.

Tempat ini bukan hanya menyajikan kopi, tetapi juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan membangun kemandirian.

Bagi penyandang disabilitas, mendapatkan pekerjaan terkadang menjadi perjalanan yang tidak mudah. Namun di sebuah sudut Kota bumi Lancang Kuning, ada sebuah ruang yang kemudian hadir membawa cerita berbeda. Namanya Ruang Setara.

Sebuah cafe yang bukan hanya tempat menikmati kopi, tetapi menjadi ruang untuk bekerja, belajar, berinteraksi dan membangun kemandirian bagi penyandang disabilitas.

Di balik meja bar, ada empat pekerja. Dua diantaranya merupakan penyandang tuna rungu yang bekerja sebagai barista. Mereka meracik kopi seperti barista pada umumnya. Menggiling biji kopi, menyiapkan espresso dan menyajikan minuman.

Ketua Koperasi Melangka Bersama Disabilitas Sejahtera, Imamil Husni, Senin (26/10/2026), mengatakan ada satu hal yang membuat cara mereka berkomunikasi berbeda. Mereka menggunakan, bahasa isyarat.

Tidak ada suara dalam percakapan mereka. Tetapi bukan berarti tidak ada komunikasi. Tangan menjadi bahasa. Tatapan menjadi pesan. Dan senyum menjadi sapaan. Kesempatan ini tidak hadir begitu saja.

Sementara itu di balik berdirinya Ruang Setara, ada program pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Program ini mendorong penyandang disabilitas mendapatkan keterampilan dan kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

Mulai dari pelatihan barista. kuliner, hingga berbagai kegiatan usaha produktif. Dan salah satu hasilnya adalah Ruang Setara.

Pemberdayaan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dapat menjadi bekal agar penerima manfaat mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.

Bagi sebagian orang, secangkir kopi mungkin hanya tentang rasa, tetapi bagi dua barista penyandang tuna rungu di tempat ini, secangkir kopi adalah bagian dari perjalanan hidup.

Dari seseorang yang pernah menghadapi sulitnya mencari pekerjaan, menjadi seseorang yang kini berdiri di balik meja bar, melayani pelanggan, dan mendapatkan penghasilan dari kemampuan sendiri.

Sebuah cafe, tempat kopi diracik, Bahasa isyarat digunakan dan mimpi tentang kemandirian perlahan diwujudkan.

Karena terkadang, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Bisa jadi, ia dimulai dari sebuah kesempatan kecil.

Dari sebuah meja bar, dari sepasang tangan yang meracik kopi dan dari secangkir kopi, yang disajikan dengan penuh percaya diri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: M Iqbal
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru