Pengemudi Ojol, Jhonson: Anak Saya Dibantu Sofyan Tan dari SMA hingga Kuliah
Kitakininews.co.id - MEDAN – Perjuangan seorang ayah untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya tidak selalu berjalan mudah. Jhonson Simanjuntak yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol), menjadi salah satu orangtua yang merasakan bagaimana bantuan pendidikan dapat membuka jalan bagi masa depan keluarganya.
Baca Juga:
Di tengah kerasnya kehidupan jalanan dan penghasilan yang harus diperjuangkan setiap hari, Jhonson tetap memegang satu harapan: anak-anaknya dapat memperoleh pendidikan lebih tinggi dan memiliki kehidupan yang lebih baik.
Dengan penuh rasa syukur, Jhonson menyampaikan kesaksiannya di hadapan Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan. Ia mengungkapkan, keluarganya telah memperoleh dukungan pendidikan sejak anaknya masih duduk di bangku SMA hingga kini melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Saya Jhonson Simanjuntak, pekerjaan ojek online. Terima kasih kepada Bapak Sofyan Tan. Saya selalu dibantu, waktu SMA juga mendapat bantuan sampai kuliah hari ini," ujarnya.
Jhonson mengaku pernah menjadi bagian dari gerakan aktivis sejak 1996. Ia memiliki banyak rekan seperjuangan yang kini menduduki jabatan sebagai anggota dewan. Namun, menurutnya, tidak banyak tokoh yang menunjukkan kepedulian secara langsung terhadap perjuangan keluarga dalam memperoleh akses pendidikan seperti yang dilakukan Sofyan Tan.
"Saya juga dulu aktivis '96. Jadi, banyak teman-teman kita yang jadi anggota dewan, enggak ada seperti ini, enggak ada seperti Pak Sofyan Tan ini. Sama sekali tidak ada. Ya bersukacitalah kepada Tuhan Yang Maha Esa memberkati Pak Sofyan Tan, membuat dia menjadi jalan hidup bagi anak-anak kita semua untuk mencapai cita-citanya," ungkap Jhonson.
Kesaksian Jhonson menjadi salah satu cerita yang mengemuka dalam kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat Bersama dr. Sofyan Tan di Hall Universitas Bunda Thamrin, Jalan Sei Batanghari, Medan, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan Sofyan Tan dengan para orangtua dan mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Bukan hanya Jhonson, sejumlah orangtua lainnya juga menceritakan beratnya perjuangan membiayai pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan keluarga.
Seorang ibu mengungkapkan bahwa suaminya bekerja sebagai pengemudi ojol dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara dirinya memiliki penyakit bawaan dan sang suami menderita penyakit jantung. Kondisi tersebut membuat biaya pendidikan tinggi anaknya di Fakultas Hukum Universitas Bunda Thamrin terasa sulit dijangkau.
"Saya sangat terbantu karena suami saya seorang ojol. Pendapatannya tidak menentu setiap hari. Saya punya penyakit bawaan, suami saya punya penyakit jantung," tuturnya.
Melalui KIP Kuliah jalur aspirasi, anaknya kini memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Sang ibu berharap anaknya kelak berhasil menyelesaikan studi dan mewujudkan cita-cita menjadi seorang pengacara.
Kesaksian serupa disampaikan seorang ibu yang anaknya, Hanifah Iqbal, diterima di Program Studi Keperawatan Universitas Bunda Thamrin. Ia mengaku tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk membiayai pendidikan anaknya di perguruan tinggi.
"Jangan berhenti jadi orang baik, Bapak," ucapnya kepada Sofyan Tan dengan penuh harap.
Ucapan sederhana tersebut menjadi ungkapan terima kasih sekaligus harapan agar perjuangan membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu terus dilanjutkan.
Rasa syukur juga disampaikan Rima Lumba Raja, warga Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Ia berterima kasih karena anaknya yang merupakan alumni SMA Sultan Iskandar Muda memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Program Studi Keperawatan Universitas Bunda Thamrin.
Di balik cerita para penerima bantuan tersebut, terdapat persoalan pendataan kesejahteraan yang menurut Sofyan Tan masih perlu mendapat perhatian. Ia mengungkapkan adanya keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas yang justru tercatat dalam kelompok desil 6 hingga 10 sehingga anak-anak mereka mengalami kendala ketika mengakses bantuan pendidikan.
Sofyan mencontohkan orangtua yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, tukang becak, hingga pekerja rumah tangga. Secara kondisi kehidupan, keluarga-keluarga tersebut merasa membutuhkan bantuan pendidikan, tetapi klasifikasi data kesejahteraan yang tercatat dinilai belum sepenuhnya mencerminkan keadaan sebenarnya.
Untuk memperjuangkan persoalan tersebut, Sofyan mengaku telah membawa dokumentasi kondisi nyata keluarga calon penerima bantuan dan menyampaikannya kepada pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS). Ia berharap ketidaksesuaian data tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, salah satu hasil dari upaya tersebut adalah perubahan data desil seorang calon mahasiswa sehingga akhirnya dapat memperoleh kesempatan kuliah.
"Jangan mengubur orang miskin tidak bisa kuliah," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga mengingatkan para mahasiswa penerima KIP Kuliah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan amanah sekaligus bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan pengorbanan orangtua.
Ia meminta mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh, tidak bolos, tidak putus kuliah, serta berupaya mempertahankan indeks prestasi (IP) di atas 3.
Sofyan bahkan mengajak para mahasiswa memeluk orangtua masing-masing dan berjanji untuk memberikan yang terbaik melalui pendidikan.
"Suatu saat kalian harus mampu mengangkat harkat dan martabat keluarga. Jangan sampai orangtua terus menderita. Jadikan kesempatan ini sebagai jalan untuk mengubah kehidupan keluarga," pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Penyantun Universitas Bunda Thamrin, Dr. Hely Widjaja, M.Kes., dan Hendra Wibowo, S.E., serta unsur pimpinan dan civitas akademika Universitas Bunda Thamrin. Hadir pula Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting, dan Pandapotan Tamba.
Konfercab PA GMNI Toba 2026, Hengky Manalu Terpilih sebagai Ketua DPC
Sebelas Hakim PN Medan Pindah Tugas, Ini Daftar Penempatan Barunya
Kejari Medan Terima Apresiasi atas Keberhasilan Diversi Anak Berhadapan dengan Hukum
Jadi Kurir 599 Vape Narkoba, Oknum Pegawai Lapas Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Eko Pastikan PSMS Siap Tempur Hadapi Persija di Laga Pembuka League Cup