Tindakan Biadab Israel Terhadap Warga Palestina Memang Disengaja dan \'Yahudisasi\' Masjid Al Aqsa
Kitakini.news – Tindakan biadab pasukan Israel yang
menyerang dan menangkap warga Palestina saat sedang beribadah di Masjid Al Aqsa
dinilai sebagai rutinitas barbar yang memang sengaja dilakukan.
Baca Juga:
Insiden teranyar di Kompleks Al Aqsa itu melukai
sedikitnya 12 warga Palestina dan 400 lainnya ditahan secara ilegal di sel-sel
Israel.
Demikian
dikatakan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), DPR-RI Fadli Zon
menanggapi aksi barbar dan biadab pasukan Israel terhadap warga Palestina yang
sedang beribadah di masjid Al Aqsa selama bulan Ramadhan 1444 Hijriah ini.
Fadli Zon
mengungkapkan bahwa Ramadhan 1443 H lalu, Israel dengan keji dan biadabnyajuga
menyerang Al Aqsa dan melukai sedikitnya 158 warga Palestina.
Tak hanya
itu, lanjut Fadli Zon, Ramadhan Tahun 2021 masehi lalu, Israel juga melakukan
hal yang sama, bahkan dampaknya termasuk paling berdarah karena memicu serangan
Israel ke Gaza yang menewaskan sedikitnya 256 orang, termasuk 66 anak-anak, dan
melukai lebih dari 1.900 orang.
"Jadi,
serangan brutal dan biadab Israel di setiap bulan suci Ramadhan dengan target
jemaah Al Aqsa jelas-jelas disengaja. Mereka sangat berniat menodai kesucian
Al-Aqsa dan Ramadhan. Ini tidak cukup dikutuk keras. Israel harus ditindak
keras secepatnya,” cetusnya seperti dilansir dari laman resmi dpr.go.id, Kamis
(6/4/2023).
Atas kelakukan
pasukan Israel yang berulang kali dilakukan khususnya saat bulan suci Ramadhan
terhadap Al Aqsa dan rakyat Palestina, Fadli Zon mempertanyakan peran PBB,
khususnya Dewan Keamanan yang tidak belajar dari insiden-insiden sejenis
sebelumnya.
"Dewan
Keamanan PBB seperti tidak belajar dari Bulan Ramadhan sebelumnya. Seharusnya
PBB sigap dan antisipatif. PBB gagap dan lamban. Jika diperlukan, Dewan
Keamanan bisa menurunkan pasukan perdamaian di Al Aqsa di setiap Ramadan,”
ketus politisi Partai Gerindra ini.
Disisi lain,
lanjut Fadli yang juga Anggota Komisi I DPR-RI ini, pihaknya juga menilai
serangan terhadap rakyat Palestina di Masjid Al Aqsa, sebagai bagian provokasi
Israel untuk 'Yahudisasi' Masjid Al-Aqsa.
“Israel
ingin meruntuhkan Al Aqsa dan menggantinya dengan Temple Mount. Ini pernah
sudah terjadi pada Masjid Ibrahimi di Hebron, di mana setengah dari masjid
diubah menjadi Sinagog setelah tahun 1967,” tandasnya.
Lebih
lanjut, Fadli mengingatkan lagi bahwa kontrol Israel atas Yerusalem adalah
ilegal. “Tidak boleh dilupakan bahwa Kompleks Al-Aqsa berada di dataran tinggi
di Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari 1967, dan
kemudian dianeksasi dalam tindakan yang tidak diakui oleh sebagian besar
komunitas internasional,” pungkasnya.
Redaksi
Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda
Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan
UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur
OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan
Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol