Pedagang Kecil Hanya Cari Makan, Rapidin Simbolon: Manusiakan Mereka!
Kitakini.news – PDI Perjuangan pada umumnya tidak menentang kebijakan larangan menjual pakaian bekas impor (Monza) yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat, namun DPD PDI Perjuangan Sumut meminta kepada pihak terkait agar mengimplementasikannya secara adil dengan memperhitungkan aspek kemanusiaan.
Baca Juga:
Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapididn Simbolon Ketua
DPRD Sumut Baskami Ginting, Anggota DPRD Sumut Sugianto Makmur dan Anggota DPRD
Kota Medan Hendri Duin, saat menerima audiensi pedagang kecil pakaian bekas
import di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting Medan, Kamis
(20/4/2023).
“Kenapa pertimbangan aspek kemanusiaan penting, karena pedagang kecil
bukanlah pemain inti dari beredarnya Monza di Medan. Mereka hanya pemain kecil
yang menggantungkan nasibnya dengan berdagang seadannya. Jadi kalau ada
penangkapan dan penyitaan tentu berimbas pada kehidupan mereka termasuk anak
dan keluarga lainnya. Kan kasihan kalau begitu ceritanya,” tandas Rapidin
kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Jumat (21/4/2023).
Kalau mau selesaikan, kata Rapidin, selesaikan “pemain besarnya” dulu, agar
jangan seolah-olah hukum tumpul keatas dan tajam kebawah,
“Ini yang menjadi perhatian kita. Gimana pun mereka masyarakat Indonesia
yang memiliki hak untuk hidup tenang. Mau jualan malah di uber-uber aparat, mau
jualan takut kan kasian. Akhirnya gegara Monza malah terjadi tragedi
kemanusiaan,” ketus Rapidin.
Untuk itu, lanjut Rapidin, dirinya sudah memberikan intruksi kepada tiga pilar
partai untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar larangan penjualan
Barang Bekas Import tidak sampai menimbulkan tragedi kemanusiaan.
“Kita tahu masyarakat kecil yang bergantung pada sektor ini sangat banyak,
perlu langkah konkrit agar mereka tetap bisa hidup. Jangan hanya dilarang tapi
tidak diberi solusi, ini fatal menurut saya. Dan kita mengimbau kepada pihak
terkait agar jangan asal main hantam saja. Gunakan pendekatan humanis agar
tidak terjadi gejolak,” pungkasnya.
Redaksi
Gelar Turnamen Mini Soccer, SP PLN UID Sumut Perkuat Wellbeing Pegawai
Anak Kepulauan Nias Jadi Lulusan Terbaik, Darni Gulo Buktikan KIP Kuliah Aspirasi Sofyan Tan Buka Jalan Masa Depan
Setahun Lebih Dilaporkan, Kuasa Hukum Pertanyakan Perkembangan Dugaan Pelecehan Anak di Nias Selatan
Henry Dumanter Apresiasi Polda dan Kejati Sumut Tangani Kasus Dugaan Penipuan Rp5,5 Miliar
Sofyan Tan: Cahaya Ada di Hati, Bukan di Mata