Jumat, 16 Oktober 2026

Petani Solok Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

- Sabtu, 17 Juni 2023 18:43 WIB
Petani Solok Sulit Dapatkan Pupuk Subsidi

Kitakini.news - Saat ancaman cuaca ekstrem, petani di Kabupaten Solok, Sumatera Barat juga dihadapkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Sekarang, untuk sekali panen petani harus merogoh kocek tiga kali lipat guna menutupi biaya pupuk.

Baca Juga:

Petani bawang merah nasional di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dihadapkan berbagai kendala untuk perawatan tanaman. Tidak hanya cuaca ekstreem yang dapat mempengaruhi kualitas dan jumlah hasil panen, kini petani juga dihadapkan dengan tantangan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi.

Untuk perawatan tanaman bawang, kini petani harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pupuk non subsidi, pestisida, dan insektisida yang semakin mahal.

Hal inilah yang dikeluhkan petani Safriwal. Ditemui di ladangnya, Jumat (16/6/2023), dikatakannya kini untuk kebutuhan pupuk di ladang bawangnya, ia harus mengeluarkan biaya tiga kali lipat.

Biasanya hanya butuh Rp 1 juta untuk kebutuhan pupuk, insektisidan pestisida untuk satu kali panennya. Saat ini, biaya itu membengkak menjadi Rp 3 juta, karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi dan semakin mahalnya biaya pupuk non subsidi.

Kecamatan Lembah Gumanti ini sendiri merupakan kawasan sentra pengembangan bawang merah nasional. Dengan luas lahan mencapai 12.000 hektar, produksi bawang disini bisa mencapai 188.563 ton setiap tahunnya, menembus rangking 3 nasional setelah Brebes dan Nganjuk.

Sekitar 1.000 hektar bawang merah rutin dipanen setiap bulan. Lahan bawang merah di sini memiliki keunggulan dibanding daerah lain.

Tanah yang subur dengan sumber air dan intensitas panas matahari yang cukup, membuat daerah ini mampu berproduksi bawang merah sepanjang tahun.

 

 

 

Kontributor: Azzareen

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala

Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi

Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Komentar
Berita Terbaru