Warga: Sudah 40 Orang Lebih Yang Jatuh Saat Lewati Jalan Berkeramik
Kitakini.news - Jalan aspal berkeramik di Kota Medan, Sumatera Utara yang merupakan proyek revitalisasi Walikota Medan Bobby Nasution, membuat sejumlah pengendara sepeda motor berjatuhan akibat licinnya jalan.
Baca Juga:
Seorang saksi mata, Ari mengaku melihat banyak para pengendara sepeda motor yang berjatuhan terutama emak-emak. "Saya hitung-hitung ada lebih 40 lebih orang yang jatuh," ujar Ari, di lokasi jalan Sudirman, Rabu (22/11/2023).
Dikatakannya, pada Senin pagi kemarin korban yang jatuh ada 21 orang, Senin malam 7 orang dan selasa pagi ada 14 orang. "Selasa siang (21/11/2023), jalanan ini sudah ditutup, tidak ada yang boleh lewat lagi," bebernya kepada wartawan di Medan, Rabu (22/11/2023).
Ari yang bertugas sebagai penjaga di sebuah café di dekat jalanan licin itu, mengatakan kalau Selasa malam, banyak orang yang menggosok-gosok jalanan licin itu agar tak licin lagi.
Hal senada juga dikatakan salah seorang korban Hansen yang mengaku kecewa dengan hasil jalanan yang ternyata malah menyusahkan masyarakat Kota Medan.
"Kamar mandi licin saja sangat berbahaya bagi orang tua, apalagi jalanan licin. Ini jalan pakai sepatu saja licin, apalagi ban motor," cetus Hansen, Rabu (22/11/2023).
Hansen mengaku berkenderaan hanya dengan kecepatan 40 km per jam. Hansen yang saat itu hendak berangkat kerja, melintas dari jalan Sudirman menuju jalan Jamin Ginting. Namun ketika melewati Zebra Cross di jalan Sudirman, sepeda motornya oleng dan akhirnya Hansen jatuh tersungkur.
Akibatnya kepala dan kakinya mengalami luka-luka yang cukup parah karena terhempas ke jalan.
"Ini kepala saya dan kaki saya mengalami luka-luka. Sayangnya tidak ada perhatian pihak pemko medan kepada kami korban yang jatuh di jalanan buatan pemko ini, berobat aja kami pakai uang sendiri," papar Hansen.
Hansen juga menyesalkan Walikota Medan yang tidak ada meminta maaf kepada para korban yang jatuh tergelincir.
"Pemko Medan harusnya membongkar jalan yang licin ini, namun mereka mana ada perhatiannya. Walikota saja tidak ada statement minta maaf sama kita para korban," tutur warga jalan Sei Kera ini.
Hansen juga menegaskan seharusnya pihak pemko tidak menghambur-hamburkan uang miliaran untuk membangun sesuatu yang sia-sia.
"Hendaknya Pemko Medan kerjakan yang perlu dikerjakan dan jangan dikerjain yang tidak perlu dikerjain, sia-sia hanya buang anggaran," pungkas Hansen.
Erupsi Sinabung, Bobby Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi
Bukan Cuma Bangun Sarana Fisik, Pemko Medan Dorong Warga Bangkit Lewat Digitalisasi Ekonomi
Bapenda Medan Luruskan Isu BPHTB, Agha Novrian Tegaskan Pengelolaan Pajak Harus Transparan dan Berkeadilan
CFD Belawan Jadi Magnet 6.000 Warga, Rico Waas Dorong UMKM Medan Utara Naik Kelas
Pemko Medan Sabet Anugerah Program Ekonomi Terpuji detikSumatera Awards 2026, Sebagai Pelopor Digitalisasi dan Transparansi Pajak Daerah