Belum Pernah Kalah, Shavkat Rakhmonov Justru Terdepak dari Ranking
Baca Juga:
Langkah ini diambil setelah Rakhmonov harus menepi panjang akibat cedera lutut serius yang memerlukan operasi kedua dalam waktu kurang dari setahun.
Sebelumnya Rakhmonov menempati posisi #2 di ranking welterweight UFC, hasil dari catatan impresifnya dengan rekor 19-0 di semua laga profesional UFC. Ia terakhir kali bertanding pada Desember 2024, ketika mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan wasit dalam laga eliminator gelar.
Namun langkahnya menuju pertarungan perebutan gelar yang sempat dijadwalkan melawan Belal Muhammad harus terhenti akibat cedera lutut yang berkepanjangan. Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi tambahan, yang membuat ia diperkirakan akan absen sepanjang tahun 2026 dan tidak akan kembali ke Octagon sampai paling cepat akhir tahun ini.
Pihak UFC kemudian menghapus nama Rakhmonov dari peringkat welterweight terbaru, karena peraturan peringkat hanya mencakup petarung aktif yang berpotensi segera bertanding. Keputusan ini memicu reaksi beragam dari penggemar dan pengamat MMA, karena tidak mudah melihat seorang petarung dengan rekor tak terkalahkan dan status #2 begitu saja hilang dari daftar.
Dalam pernyataan resmi yang dibagikan Rakhmonov di media sosial, ia mengakui tantangan berat yang dihadapinya. Rakhmonov menyadari bahwa perjalanan seorang petarung penuh rintangan dan tidak pernah mudah dijalani. Ia menegaskan bahwa setiap tantangan yang datang selalu memiliki alasan dan bisa dilewati.
"Jalan seorang petarung tidak pernah mudah. Hidup tidak memberi kita tantangan yang tidak bisa kita lewati," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap mimpi besar menuntut pengorbanan, bahkan terkadang harus dibayar dengan kondisi fisik. Menurutnya, kesehatan menjadi harga yang harus diterima dalam perjalanan kariernya.
"Setiap mimpi memiliki harga, dan terkadang harga itu adalah kesehatanmu," tulisnya lagi.
Petarung asal Kazakhstan itu mengungkapkan kejujurannya terkait kondisi cedera yang memaksanya kembali menjalani operasi. Ia menyadari bahwa proses pemulihan akan memakan waktu dan berdampak pada jadwal pertandingannya.
"Hari ini, saya harus jujur: karena cedera yang berkelanjutan, saya telah menjalani operasi lagi dan akan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya,".
Ia mengakui bahwa penundaan comeback ke Octagon bukanlah hal yang mudah diterima. Meski demikian, ia percaya setiap kemunduran memiliki makna dalam rencana yang lebih besar.
"Akibatnya, kembaliku ke Octagon akan ditunda. Ini tidak mudah diterima, tetapi saya benar-benar percaya setiap kemunduran adalah bagian dari rencana yang lebih besar," kata dia dalam tulisan unggahan.
Rakhmonov menegaskan bahwa semangat juangnya tidak pernah padam dan ia bertekad kembali dengan versi terbaik dirinya. Target meraih gelar juara UFC masih menjadi ambisi utamanya.
"Saya akan kembali lebih kuat, lebih pintar dan lebih lapar dari sebelumnya. Tujuanku masih hidup," ucapnya.
Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa mimpinya membawa sabuk UFC ke Kazakhstan belum berakhir. Rakhmonov juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukungnya.
"Sabuk UFC masih harus datang ke Kazakhstan. Terima kasih kepada semua yang tetap berada di sisiku, tidak peduli apa pun," pungkasnya.
Menurutnya, kondisi ini bukanlah akhir dari perjalanan kariernya sebagai petarung profesional. Ia melihat fase ini sebagai bagian penting dari proses menuju kebangkitan.
"Ini bukan akhir perjalanan; ini adalah bab penting di dalamnya."
Dengan absennya Rakhmonov, pergerakan di divisi welterweight semakin dinamis. Nama-nama seperti Michael Page bahkan kembali masuk peringkat sementara, mengisi posisi yang kosong setelah Rakhmonov terlepas.
Kendati demikian, para penggemar masih menunggu kepastian kapan Rakhmonov akan kembali beraksi, dan apakah ia masih memiliki kesempatan untuk kembali meraih gelar kelas welter UFC setelah masa pemulihan panjang ini.
Sumber: SportBible, Baltimore Chronicle, Yahoo News UK, Kursiv Media
Pelatih GSP Sebut Islam Makhachev sebagai GOAT UFC Usai Kalahkan Ian Garry
Islam Makhachev Ingin Kembali Bertarung Sebelum Ramadan 2027
5 Tanda Usman Nurmagomedov Segera Bertarung di UFC Usai Kemenangan Makhachev
Islam Makhachev Kerja Keras Taklukkan Ian Garry, Juara Dua DIvisi Cetak Rekor di UFC 330
Alexander Volkanovski Hadapi Movsar Evloev di UFC 333 Abu Dhabi