Dari Timnas Brasil U-23 ke Ayam Kinantan, Clayton Da Silva Jadi Senjata Baru PSMS Medan
Baca Juga:
Kedatangan Clayton tak lepas dari drama bursa transfer. Ia direkrut PSMS sebagai pengganti Vitor Barata dan langsung mencuri perhatian karena statusnya sebagai mantan pemain Timnas Brasil U-23. Dengan pengalaman bermain di berbagai level kompetisi, Clayton diharapkan mampu menghadirkan ketajaman dan daya dobrak di lini depan PSMS.
Penyerang berusia 30 tahun itu akan mengenakan jersey hijau kebanggaan PSMS Medan. Kehadirannya pun disambut antusias oleh suporter, yang menaruh harapan besar pada kontribusi gol dan pengalamannya di lapangan.
Profil Singkat Clayton Da Silva
Clayton da Silveira da Silva lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 23 Oktober 1995. Ia berposisi sebagai penyerang tengah (forward) dengan karakter permainan agresif, kuat dalam duel, serta memiliki naluri gol yang tajam.
Dalam perjalanan kariernya, Clayton sempat menjadi bagian dari Timnas Brasil U-23, dengan catatan 6 penampilan dan 4 gol. Pengalaman membela negaranya di level usia muda menjadi salah satu bukti kualitas yang dimilikinya sebelum berpetualang ke berbagai klub profesional.
Saat ini, Clayton berstatus pemain pinjaman PSMS Medan dari Persis Solo, setelah sebelumnya terkendala regulasi pendaftaran pemain asing sehingga batal tampil di BRI Super League bersama Laskar Sambernyawa.
Jejak Karier: Dari Brasil hingga Asia
Clayton mengawali karier profesionalnya di Brasil dan sempat memperkuat sejumlah klub besar. Bersama Figueirense (2012–2016), ia tampil dalam 96 pertandingan dan mencetak 27 gol, yang menjadi periode awal terbaik dalam kariernya.
Namanya kemudian diboyong Atlético Mineiro (2016–2020), salah satu raksasa Brasil. Meski persaingan ketat, Clayton tetap mencatat 62 penampilan dan 9 gol. Ia juga sempat dipinjamkan ke beberapa klub besar lain seperti Corinthians, Bahia, dan Vasco da Gama, menambah jam terbang di kompetisi elite Brasil.
Petualangan luar negeri dimulai saat Clayton bergabung dengan Dynamo Kyiv di Ukraina, meski hanya sempat tampil satu kali. Ia kemudian kembali ke Brasil membela CSA, Londrina, dan Hercílio Luz.
Di Asia Tenggara, Clayton menunjukkan ketajamannya bersama Perak FC (Malaysia) pada musim 2024/2025. Ia mencetak 8 gol dari 22 pertandingan, sebuah catatan yang memperlihatkan bahwa naluri golnya masih terjaga. Sebelum ke Indonesia, ia juga sempat terdaftar di klub India, Diamond Harbour, meski tanpa penampilan resmi.
Sepanjang karier profesionalnya, Clayton telah mencetak puluhan gol dari ratusan penampilan di berbagai kompetisi, terutama saat bermain di Brasil. Produktivitasnya di Malaysia menjadi sinyal positif bagi PSMS Medan bahwa striker asal Brasil ini masih layak diandalkan.
Manajemen PSMS berharap Clayton bisa langsung menyatu dengan tim dan menjadi solusi di lini serang. Targetnya jelas: membantu PSMS bersaing di papan atas dan membuka jalan kembali ke Liga 1 Indonesia.
Bagi publik Medan, kehadiran Clayton bukan sekadar tambahan pemain asing, melainkan simbol ambisi. Seorang mantan penyerang Timnas Brasil U-23 kini siap menggedor pertahanan lawan demi mengembalikan kejayaan Ayam Kinantan.
Asadula Imangazaliev Bungkam Kritik Usai Kalahkan Aslamjon Ortikov dan jadi Juara Kelas Terbang One Championship
Asadula Imangazaliev Buktikan Kelasnya, Rekor Sempurna Aslamjon Ortikov Berakhir di ONE Championship
Ninja Dagestan Asadula Ditantang Petarung Muaythai Uzbekistan Rebut Sabuk Juara
Duet Eko-Ramon Tribulietx Segera Mulai Persiapan PSMS
Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama