Drama BayArena! Penalti Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan
Baca Juga:
Laga yang berjalan sengit sejak awal itu akhirnya berakhir imbang 1-1. Tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol Robert Andrich, sebelum Arsenal menyamakan kedudukan melalui penalti dramatis Kai Havertz menjelang akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat perebutan tiket ke perempat final masih sepenuhnya terbuka. Kedua tim kini akan menentukan nasib pada leg kedua yang digelar di London.
Duel Taktik Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi. Arsenal mencoba menguasai jalannya pertandingan melalui penguasaan bola, sedangkan Leverkusen lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat.
Peluang emas sempat didapatkan Arsenal melalui Gabriel Martinelli. Namun, tendangan kerasnya hanya membentur mistar gawang sehingga skor tetap bertahan tanpa gol hingga babak pertama berakhir.
Di sisi lain, Leverkusen juga beberapa kali menciptakan peluang melalui pergerakan lini depan mereka, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut belum membuahkan hasil.
Gol Cepat Andrich Bikin BayArena Bergemuruh
Memasuki babak kedua, Leverkusen langsung memberikan kejutan. Baru satu menit setelah pertandingan dimulai kembali, Robert Andrich berhasil memecah kebuntuan lewat sundulan tajam memanfaatkan situasi sepak pojok.
Gol cepat pada menit ke-46 itu membuat BayArena bergemuruh. Keunggulan tersebut juga meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah yang kemudian bermain lebih agresif.
Leverkusen bahkan beberapa kali hampir menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat, sementara Arsenal berusaha keras meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan.
Drama Menit Akhir Selamatkan Arsenal
Ketika kemenangan Leverkusen sudah di depan mata, drama terjadi di penghujung pertandingan. Arsenal mendapatkan hadiah penalti setelah Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh Malik Tillman.
Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-89. Sepakan tenangnya sukses menaklukkan kiper Leverkusen dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut terasa emosional bagi Havertz karena ia pernah memulai karier profesionalnya di Bayer Leverkusen sebelum kemudian berkarier di Inggris.
Segalanya Ditentukan di London
Hasil imbang membuat duel kedua tim masih sangat terbuka. Tanpa aturan gol tandang di Liga Champions, peluang kedua tim untuk melaju ke perempat final tetap sama besar.
Arsenal kini memiliki sedikit keuntungan karena akan bermain di kandang sendiri pada leg kedua. Namun Leverkusen tentu tidak akan datang ke London tanpa ambisi untuk mencuri kemenangan.
Jika melihat intensitas pertandingan pertama, leg kedua diprediksi kembali menghadirkan duel dramatis antara dua tim dengan gaya permainan menyerang ini.
Sumber: Reuters, The Guardian, ESPN, Flashscore, Arsenal.
Tak Tepis Bola Saat Adu Penalti, Safonov Tetap Jadi Pembawa Hoki PSG Juara Liga Champions
Luis Enrique Ungkap Rahasia PSG Pertahankan Takhta Liga Champions
PSG Pertahankan Takhta Liga Champions, Arsenal Menangis di Budapest
PSG atau Arsenal? Final Liga Champions Siap Sajikan Duel Sengit
PSG vs Arsenal: Dua Jalan Berbeda Menuju Final Liga Champions 2025/2026: Siapa Layak Juara?