Wasit Terbaik Turun di Final Liga 4! PSSI Sumut Jaga Laga Puncak Tetap Fair Play
Baca Juga:
Langkah ini diambil demi menjamin pertandingan berlangsung adil, atraktif, dan minim kontroversi. Penunjukan perangkat pertandingan berpengalaman dinilai krusial mengingat tingginya tensi duel final.
Pelaksana Tugas Development Wasit PSSI Sumut, Sriguna Tarigan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil risiko dalam menentukan wasit untuk laga penentu.
"Iya, kami akan kembali menugaskan wasit yang berkompeten untuk memimpin partai final Liga 4 Sumut nanti. Sebelumnya di babak semifinal, kami sudah menurunkan wasit Sumut yang bertugas di Liga 2," ujarnya.
Komitmen tersebut sudah terlihat sejak babak semifinal, di mana PSSI Sumut menurunkan wasit dengan pengalaman di kompetisi nasional. Pada laga Binjai City menghadapi Paya Bakung United, pertandingan dipimpin Harmoko dengan dukungan tim asisten berlisensi nasional. Sementara duel Batu Bara United kontra PS Kwarta juga dipimpin perangkat pertandingan berpengalaman dari level Liga 2 dan Liga 3.
Namun, pendekatan berbeda akan diterapkan untuk laga perebutan tempat ketiga. PSSI Sumut justru membuka ruang bagi wasit muda potensial untuk unjuk kemampuan.
"Kami sudah berdiskusi terkait siapa yang akan diturunkan. Untuk perebutan tempat ketiga, kami akan memunculkan wasit muda yang dinilai layak untuk berkembang ke depan. Tensi pertandingan juga tidak setinggi final," jelas Sriguna.
Ia juga memastikan bahwa sepanjang turnamen, independensi penunjukan wasit tetap terjaga tanpa intervensi pihak manapun.
"Selama ini tidak ada campur tangan dari federasi ataupun operator liga terkait penugasan wasit di Sumut. Ini hal positif, dan kami harus mempertanggungjawabkannya dengan memimpin pertandingan sesuai Laws of the Game," tegasnya.
Meski demikian, Sriguna tak menampik masih adanya tantangan dalam pengembangan kualitas wasit di daerah. Minimnya jam terbang serta belum tersedianya tim penilai menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
"Ada wasit yang secara fisik dan lisensi memenuhi syarat, tetapi masih lemah dalam pemahaman Laws of the Game. Di daerah juga minim pertandingan dan tidak ada tim penilai, ini menjadi tantangan bagi kami," ungkapnya.
Selain itu, kebutuhan akan perangkat komunikasi modern juga menjadi sorotan. Tanpa dukungan teknologi seperti VAR, komunikasi antarwasit menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan di lapangan.
"Peralatan komunikasi wasit sangat dibutuhkan saat ini, apalagi tidak ada VAR di Liga 4," pungkasnya.
Sebagai informasi, partai final akan mempertemukan Paya Bakung Unimed menghadapi PS Kwarta pada Jumat (17/4/2026) pukul 15.00 WIB di Stadion Mini Pancing. Sementara laga perebutan tempat ketiga antara Binjai City Sport Club melawan Batu Bara United digelar sehari sebelumnya.
Dengan perangkat pertandingan terbaik yang disiapkan, final Liga 4 Sumut diharapkan berjalan lancar dan menghadirkan tontonan berkualitas bagi pecinta sepak bola daerah.
Paya Bakung United Bikin Kejutan, Timnas Timor Leste U-19 Dipaksa Bermain Imbang
Binjai City dan Paya Bakung Bersiap Hadapi Lawan Tangguh Tingkat Nasional
Paya Bakung Taklukkan PS Kwarta di Babak Adu Penalti, Raih Gelar Perdana Liga 4 Sumut
Duel Penentuan! Kwarta Kejar Balas Dendam, Paya Bakung Ukir Sejarah
Mengamuk Tanpa Ampun! Binjai City Hancurkan Batubara 8-1